8 Makna Bulan Ramadhan
Cari Berita

Advertisement

8 Makna Bulan Ramadhan

Duta Islam #04
Sabtu, 20 April 2019

Penjelasan delapan makna bulan Ramadhan (sumber: istimewa)
Kata Ramadhan dapat diartikan bulan mengasah diri untuk meningkatkatkan ketajaman dan kejernihan hati serta pikiran. Dikatakan demikian, karena Bangsa Arab dahulu pada bulan ini mengasah persenjataan perang guna menghadapi perang di bulan berikutnya.

DutaIslam.Com -  Dengan demikian, umat Islam di bulan Ramadhan sedang mempersiapkan diri mereka untuk memerangi hawa nafsunya. Kejernihan pikiran dan hari senantiasa dipertajam setiap waktunya agar sifat-sifat tercela dapat terpotong dari dalam diri umat Islam.

Kata Ramadhan juga dapat diartikan membakar, menyegat atau sangat panas. Sebab, ibadah puasa Ramadhan diwajibkan kepada umat Islam pada saat cuaca di wilayah Arab sangat panas hinggah membakar dahan-dahan yang kering. Dengan demikian, puasa Ramadhan dapat dimaknai bulan membakar lemak-lemak dosa yang melekat dalam jiwa umat Islam.

Menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan merupakan hal yang penting di setiap tahunnya. Sehingga, meresapi makna Ramadhan dari perspektif nama-nama yang disematkan kepadanya adalah hal yang penting pula.

Para ulama menyematkan beberapa nama pada bulan Ramadhan. Dengan memahami makna dari nama-nama tersebut, umat Islam dapat menjiwai ibadaha puasa yang mereka jalankan setiap tahunnya.

Pertama, Syahr al-Shiyam. Umat Islam di bulan Ramadhan berkewajiban menjalankan ibadah puasa sebulan penuh. Surat al-Baqarah ayat 183 telah menjelaskan perintah wajibnya ibadah puasa Ramadhan.

Kedua, Syahr al-Quran. Dikatakan bulan al-Quran,  karena al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW pada bulan Ramadhan. Di samping itu, bulan Ramadhan juga bulan diturunkannya al-Quran dari lauh al-mahfudz ke bait al-izzah.

Ketiga, Syahr al-Tilawah. Dinamakan demikian, karena umat Islam pada bulan Ramadhan melantunkan ayat-ayat suci al-Quran. Hal itu bisa kita saksikan di setiap masjid atau mushola, umat Islam beramai-ramai tadarus al-Quran untuk menghidupkan malam bulan suci Ramadhan.

Keempat, Syahr Allah. Bulan Ramadhan merupakan bulan diwajibkannya ibadah puasa. Allah SWT menjamin ibadah puasa di bulan ini akan dilipatgandakan pahalanya. Di dalam sebuah hadist dijelaskan, Allah SET sendiri yang menjamin pahala puasa Ramadh.

Kelima, Syahrur Rahmah. Allah SWT telah melimpahkan rahmat dan kasih sayangnya kepada umat Islam di bulan Ramadhan. Pintu-pintu kebaikan untuk menuju kepada ridhaNya terbuka lebar. Siapapun yang bersungguh meraihnya akan mendapatkan anugerah yang sang besar. Yakni, ampunan dan ridha Allah SWT.

Kelima, Syahrun Najat. Dikatakan demikian, karena di bulan puasa Ramadhan Allah SWT telah menutup pintu-pintu neraka. Sebab, Allah telah menjanjikan ampunan dosa bagi orang-orang yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan keimananan dan mengharpkan ridha ilahi.

Ketujuh, Syahrul Judd. Umat Islam di bulan Ramadhan ghirah untuk bersedakah sangat tinggi. Hal itu terlihat dari hal-hal yang terkecil, seperti menyediakan makanan untuk berbuka puasa, memberikan santunan kepada fakir miskin dan anak yatim. Nabi Muhammad SAW  telah menjadi teladan terbaik sebagai orang yang paling dermawan pada bulan suci Ramadhan.

Kedelapan, Syahrul ’Id. Kehadiran bulan Ramadhan disambut gembira umat Islam. Pun demikian, berakhirnya bulan ini juga merupakan kemenangan tersendiri bagi umat Islam. Mereka kembali fitri laiknya seorang bayi yang baru dilahirkan. Kemenangan tersebut bukan ditandai dengan uforia, akan tetapi mampu menjadi pribadi yang lebih saleh setelah menjalani ibadah puasa sebulan penuh.

Ramadhan adalah bulan yang sangat sarat makna yang luar biasa. Kesemuanya bermuara kepada kemenangan melawan hawa nafsu, keserakahan, dan segala sifat-sifat tercela. [dutaislam.com/in]

Artikel dutaislam.com

Demikian penjelasan 8 Makna Bulan Ramadhan. Adapun 5 Amalan Sunnah Bulan Ramadhan Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW, silahkan baca di artikel berikutnya.

close
Banner iklan disini