Selasa, 12 Maret 2019

Tentang Imam Mawardi dan Pentingnya Literasi Publik


Oleh Ulil Abshar Abdalla

DutaIslam.Com - Saya senang sekali jika ada santri atau kiai yang mau "ngaji" kitab-kitab klasik karya ulama Islam di zaman lampau, dan menyiarkannya secara "livestreaming". Ini cara terbaik untuk memperdalam tingkat literasi publik mengenai pengetahuan Islam, agar mereka tidak terjebak dalam "intellectual shallowness", kedangkalan pikiran.

Salah satu kiai muda yang ngaji ini adalah Kiai Mukti Ali Qusyairi, lulusan pesantren Lirboyo, Kediri dan Universitas al-Azhar, Kairo. Pesantren Lirboyo ini, asal tahu saja, adalah tempat di mana dulu Kiai Cholil Bisri (ayahanda Gus Yaqut Cholil Qoumas, Ketum GP Ansor yang sekarang) beserta adiknya, Kiai Mustofa Bisri (alias Gus Mus), dulu belajar. Di pesantren inilah dulu, Kiai Said Aqil Siradj, Ketum PBNU yang sekarang, juga belajar.

Dengan kata lain, ilmunya Kiai Mukti ini, kalau meminjam ungkapan dalam hadis, "muttafaq 'alaih", ndak diragukan lagi.

Setiap hari, Kiai Mukti ngaji kitab yg cukup menarik, "Adab al-Din wa al-Dunya" karya Imam al-Mawardi, ulama penting yang hidup sezaman dengan Imam Haramain, gurunya Imam Ghazali. Imam al-Mawardi selama ini lebih dikenal di kalangan para sarjana Islam melalhi kitabnya dalam bidang fikih politik (fiqh al-siyasah) yang berjudul "al-Ahkam al-Sulthaniyyah".

Imam al-Mawardi sebetulnya adalah ulama penting dalam mazhab Syafi'i, karena dialah yang menulis "Al-Hawi", sebuah karya massif yang bisa disebut sebagai ensiklopedi awal tentang mazhab Syafii. Kitab ini sendiri adalah merupakan syarah atau komentar atas "Mukhtasar al-Muzani", kitab yang ditulis oleh Imam al-Muzani, murid utama Imam Syafii. Selain al-Muzani, Imam Syafii juga memiliki dua murid lain yang sangat masyhur dan berjasa besar untuk mempopulerkan mazhab Syafii, yaitu al-Buwaithi dan al-Rabi' ibn Sulaiman al-Muradi.

Kitab al-Hawi karya Imam al-Mawardi tadi itu, dari segi massif-nya (dalam edisi sekarang, terbit kurang lebih dalam dua puluh jilid), setara dengan kitab "Nihayat al-Matlab fi Dirayat al-Mazhab" karya Imam Haramain, guru dari Imam Ghazali. Bersama dengan kitab al-Hawi, karya Imam Haramain itu adalah merupakan kompendium yang memuat sekuruh "aqwal" (pendapat pendiri mazhab) dan "wujuh" (pendapat murid-murid pendiri mazhab) dalam mazhab Syafii. Meskipun dari segi kemasyhuran, kitab Nihayaat karya Imam Haramain jauh lebih populer dan sukses karena sistematisasinya dan pendekatannya.

Jika Anda peminat kajian fikih dan ingin membaca kitab fikih yang asyik karena memuat semacam "reasoning" yang ada di balik hukum-hukum fikih, dan ditulis dengan bahasa yang filosofis, saya sarankan Anda membaca kitab Nihayat ini. Dari segi jumlah jilidnya, kutab ini memang tampak meneror: dua puluh jilid. Tapi ndak usah takut. Jika sudah masuk ke dalam "jerambah" kitab ini ("jerambah", istilah di pesantren pantura Jawa; maksudnya: ruangan besar terbuka), Anda akan merasakan "intellectual jouissance", kenikmatan yang luar biasa.

Sedikit menyimpang dari topik tulisan ini mengenai Imam al-Mawardi: Kitab "Nihayat al-Matlab" karya Imam Haramain ini boleh disebut sebagai nenek moyang seluruh kitab penting dalam mazhab Syafii yang diajarkan di pesantren-pesantren NU. Dari kitab Nihayat ini, lahirlah kitab-kitab turunan seperti "Manhaj al-Tullab" karya Imam Zakariyya al-Ansary. Kitab Manhaj ini disyarahi oleh pengarangnya sendiri dan diberi judul "Fathul Wahhab". Tak ada santri yang mondok di pesanteren NU yang tak mengenal kitab yang terakhir ini. Seorang santri NU yang ngaji-nya sudah sampai "Fathul Wahhab", dia akan dianggap sebagai santri "advanced", tingkat tinggi.

Kitab lain yang merupakan turunan dari kitab Nihayat di atas tadi adalah "Minhaj al-Talibin" karya Imam al-Nawawi (wafat 1277 M; jangan dijumbuhkan dengan Imam Nawawi Banten). Kitab Manhaj al-Thullab karya Imam al-Ansary tadi adalah merupakan ringkasan dari karya Imam Nawawi tersebut.

Kitab Minhaj al-Thalibin tadi, menurut saya, adalah kitab terpenting dalam mazhab Syafii. Ia merupakan ringkasan dari kitab sebelumnya, "al-Muharrar" karya Imam al-Rafii. Sementara yang terakhir ini adalah ringkasan dari kitab sebelumnya juga, yaitu "al-Wajiz" karya Imam Ghazali. Kitab al-Wajiz adalah ringkasan dari dari kitab Nihayat al-Mathlab, karya Imam Haramain, gurunya Imam Ghazali, seperti sudah saya sebut di atas. Itulah sebabnya saya menyebut kitab Nihayat sebagai leluhur hampir semua kitab-kitab yang menjadi referensi utama dalam mazhab Syafii.

Kitab Minhaj al-Thalibin karya Imam Nawawi tadi saya sebut sebagai kitab terpenting dalam mazhab Syafii, sebab kitab ini diberikan syarah dan komentar oleh puluhan ulama. Tak kurang dari lima puluh syarah atas kitab ini. Kalau memakai istilah akademis saat ini, Minhaj adalah kitab yang paling banyak mendapat sitasi.

Ada beberapa syarah atas kitab Minhaj yang dibaca di pesantren, misalnya "Tuhfatul Muhtaj" karya Imam Ibn Hajar al-Haitami (w. 1566 M), Mughnil Muhtaj karya al-Khatib al-Syirbini (w. 1570), dan Nihyat al-Muhtaj karya Imam Syihab al-Din al-Ramli (w. 1595). Jika Anda pernah ikut forum bahtsul masa'il (forum untuk merumuskan hukum atau fatwa) di NU, maka Anda pasti akan sering menjumpai tiga kitab ini sebagai rujukan, selain kitab-kitab yang lain.

Kembali pada inisiatif Kiai Mukti untuk membaca kitab al-Mawardi di atas: ini adalah langkah yang sangat positif. Inisiatif ini bisa membantu publik mengenali kekayaan tradisi intelektual Islam di era klasik. Kedangkalan ilmu-ilmu keislaman yang menjadi fenomena umum akhir-akhir ini hanya bisa diimbangi dengan literasi publik mengenai kekayaan khazanah intelektual Islam. Kiai Mukti telah melangkah ke arah yang benar: literasi dalam khazanah Islam.

Selain itu, sodara-sodara, kitab "Adab al-Din wa al-Dunya" yang dibaca Kiai Mukti setiap hari itu, sangat bagus sebagai rujukan untuk ceramah. Jika Anda seorang da'i, kitab ini bisa menjadi modal ceramah selama puluhan tahun, dan ndak akan pernah habis. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini