Tafsir Surat Ali Imran Ayat 110, Konsep Umat Terbaik
Cari Berita

Advertisement

Tafsir Surat Ali Imran Ayat 110, Konsep Umat Terbaik

Duta Islam #04
Sabtu, 23 Maret 2019

Kandungan Ali Imran 110, Konsep Umat Terbaik (sumber: istimewa)
Tafsir Surat Ali Imran ayat 110 membincang konsep umat terbaik dalam tatanan masyarakat. Surat Ali Imran ayat 110 mengajarkan kepada umat manusia bagaiman cara membangun konsep good civilation.

DutaIslam.Com - Umat terbaik yang digambarkan Surat Ali Imran ayat 110 dalam bermasyarakan selalu mencerminkan sikap humanisme. Ada tiga hal yang menjadi modal utama agar terbentuknya good civilation sebagaimana dijelaskan di dalam Surat Ali Imran ayat 110.

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (QS. Ali Imran: 110).

Ayat ini menggambarkan kriteria umat terbaik adalah prilaku masyarakatnya yang senantiasa memerintahkan kepada yang ma'ruf, mencegah dari perbuatan mungkar dan beriman kepada Allah SWT. Ketiga sifat tersebut merupakan modal utama agar umat Islam mampu membentuk tatanan masyarakat yang baik dan berperadaban. Sehingga, umat Islam dipandang sebagai umat terbaik.

Setidaknya ada tiga sifat utama yang menunjukkan kelebihan umat Islam dari umat lainnya. Yakni, menebar kebaikan, mencegah kerusakan dan kemungkaran, serta kepatuhan kepada Tuhan. Semua sifat itu telah dimiliki oleh umat Islam pada masa Nabi Muhammad SAW dan telah menjadi darah daging dalam diri mereka, karena itu mereka menjadi kuat dan jaya.

Dalam waktu yang singkat, mereka telah dapat menjadilan seluruh tanah Arab tunduk dan patuh di bawah naungan Islam. Mereka hidup aman dan tenteram di bawah panji-panji keadilan, padahal mereka sebelumnya adalah umat yang terpecah belah selalu berada dalam suasana kacau dan saling berperang antara sesama mereka.

Keteguhan iman dan kepatuhan serta menjalankan ajaran agama dan berkat ketabahan dalam menebarkan kebajikan serta mencegah kemungkaran merupakan kunci utama tercapainya hal tersebut. Iman yang mendalam di hati mereka selalu mendorong mereka untuk terus berjihad dan berjuang untuk menegakkan kebenaranan keadilan.

Ahmad Musthafa al-Maragi dalam tafsirnya menjelaskan, sifat-sifat utama yang menjadikan umat Islam sebagai umat terbaik, pada mulanya ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya pada saat pewahyuan Al-Quran. Di mana kehidupan masyarakat pada saat itu kerapkali bertikai dan saling bermusuhan.

Kemudian berkat nikmat Allah SWT, mereka dipersatukan sehingga hidup rukun, damai dan bersaudara, berpegang teguh kepada agam. Mereka gemar menebar kebaikan dan melaksanakan amar ma'ruf serta mencegah hal yang mungkar. Prinsip-prinsip keadilan ditegakkan hingga tidak ada penindasan dari yang kuat kepada yang lemah (Tafsir al-Maraghi, 1998).

Surat Ali Imran ayat 110 secara jelas memberikan tawaran suatu konsep pendidikan yang mampu membawa terbentuknya good civilation (umat terbaik). Konsep pendidikan tersebut adalah pendidikan tentang memanusiakan manusia. Dalam ayat tersebut dijelaskan, ummat terbaik senantiasa memerintahkan kepada yang ma'ruf, mencegah kepada yang mungkar, dan pendidikan ketuhanan.

Meskipun secara konseptual umat Islam diidealkan sebagai umat terbaik dari umat-umat lainnya, bahkan ayat 110 surah Ali Imran sudah terbukti kebenarannya pada saat pewahyuan Al-Quran, di bawah bimbingan Nabi Muhammad saw. umat Islam dikenal sebagai umat terbaik dengan ciri khas, senantiasa memerintahkan kepada yang ma'uf, mencegah dari kemungkaran dan keimanan yang kokoh dan kuat kepada Allah SWt.

Di atas landasan iman yang kuat itulah umat Islam pada masa Nabi Muhammad SAW senantiasa berjuang menegakkan agama Allah swt melaksanakan tugas kekhalifahan bersinergi dengan tugas penghambaan kepada Allah SWT. Konsep ini sejalan dengan gagasan Kountowijoyo tentang paradigma Islam

Dalam buku Paradigma Islam Interpretasi Untuk Aksi, Kuntowjiyo menjelaskan tiga konsep pendidikan, yakni pendidikan humanisasi, pendidikan liberasi, dan pendidikan transendensi. Menurut Kuntowijoyo pendidikan humanisasi adalah تأمرون بالمعروف, pendidikan liberasi  تنهون عن المنكر dan pendidikan trasendensi yakni beriman kepada Allah dengan iman yang kuat dan benar.

Inti dari pandangan Kuntowijoyo adalah bagaimana ia menjadikan manusia menjadi umat terbaik. Yakni umat yang gemar mengajak kepada yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Dia menjelaskan hubungan pendidikan yang horizontal pada pendidikan humanisasi dan liberasi terhadap manusia itu sendiri, dan hubungan transendensi secara vertikal kepada Allah SWT. [dutaislam.com/in]

Artikel dutaislam.com

Demikian penjelasan Tafsir Surat Ali Imran Ayat 110, Konsep Umat Terbaik. Adapun Format Pendidikan Islam Menurut Al-Quran, silahkan baca di artikel berikutnya.

close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah