Tafsir Surat Ali Imran: 18, Keutamaan Orang Berilmu

Tafsir Surat Ali Imran: 18, Keutamaan Orang Berilmu

Sabtu, 16 Maret 2019 | x dibaca
Kandungan surat Ali Imran ayat 18 (sumber: istimewa)
Tafsir Surat Ali Imran membincang berbagai persoalan. Adapun tafsir Surat ALi Imran ayat 18 berkaitan dengan kedudukan orang berilmu. Kandungan Surat Ali Imran Ayat 18 memuat faktor tingginya kedudukan orang berilmu.

DutaIslam. Com - Orang berilmu sebagaimana digambarkan dalam Surat ALi Imran ayat 18, adalah pribadi yang mempunyai karakter kuat dan bijaksana. Petuah atau wejangan orang berilmu pasti berlandaskan kedalam serta keluasan ilmunya. Sehingga, perkataannya mengandung kemurnian (tazkiyah) dan prinsip keadilan.

Orang berilmu mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT. Kedudukan tinggi tersebut disematkan kepada hambanNya yang mampu menggunakan akal pikirannya dengan baik. Sebab, akal pikiran merupakan modal utama manusia mencapai derajat tertinggi di sisi Allah SWT.

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ وَالْمَلائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Allah menyatakan bahwasanya bukan Tuhan yang berhak, yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian). Tak ada Tuhan disetujui Dia (Yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS. Ali Imran: 18).

Dalam Surat Ali Imran ayat 18, Allah SWT menunjukkan keutamaan orang berilmu dengan menempatkan orang berilmu bersama malaikat dalam persaksiaan. Allah SWT menyatakan kesaksiaanNya bahwa tiada Tuhan selain Dia. Kemudian disusul kesaksian dari malaikat dan orang-orang berilmu.

Orang-orang berilmu menyatakan kesaksian bahwa tiada Tuhan Selain Allah SWT berlandaskan hasil berpikir logis. Mereka tidak hanya taklid buta dengan menerima kesaksian tersebut, akan tetapi melalui kajian serta pendalaman materi yang terkait keesaan Allah SWT.

Akal pikirannya difungsikan dengan baik dan maksimal. Mereka menganalisa alam semesta seperti galaksi, tumbuhan binatang dan lain-lain, hingga akhirnya sampai pada kesaksian murni bahwa tiada Tuhan Selain Allah SWT.

Orang-orang berilmu mengutarakan kesaksiannya tentang keasaan Allah SWT. Kesaksian yang berlandaskan ilmu adalah kesaksiaan yang kuat dan tidak mudah goyah diterpa badai masalah dunia. Semakin seorang tinggi ilmunya, semakin kuat pula keyakinan atas kesaksiannya tersebut.

Perenungan tentang siklus alam semesta menghantarkan pada keyakinan kekuasaan Tuhan. orang-orang berilmu melihat keseimbangan yang terjadi di alam semesta, pasti ada peran Tuhan yang mengaturnya. Tuhan telah menerapkan sistem yang adil dan berjalan secara seimbang. Semua hal tersebut dapat dipahami dengan ilmu pengetahuan.

Begitulah orang-orang berilmu mendapatkan derajat yang tinggi di sisi Allah SWT. Dengan ilmu, manusia dapat memahami segala persoalan dan bertindak sesuai aturan yang berlaku. Oleh karena itu, kewajiban menuntut ilmu dalam Islam tidak terbatas ruang dan waktu. Dari mulai lahir sampai liang lahat.

Sahabat Ali bin Abi Thalib menilai peran orang berilmu tidak bisa digantikan orang lain. Satu pesan sahabat Ali ra tentang orang berilmu, "Orang berilmu lebih utama daripada orang berpuasa, orang shalat, dan berjihad. Hal itu dikarenakan jika orang berilmu meninggal, maka kekosongan dalam Islam yang ditinggalkannya, tidak dapat tertutup lubang tersebut kecuali oleh dirinya.

Dengan ilmu, manusia dapat mendekatkan diri kepada Allah dan mencapai derajat yang tinggi di sisiNya. Sebab, ilmu sejati, sebagaimana dikatakan Imam Ghazali di dalam kitab Ihya Ulumuddin, adalah ilmu yang mampu menghantarkan pemiliknya dekat denga Tuhannya. [dutaislam.com/in]

Artikel Dutaislam.com

Demikianlah penjelasan tentang Tafsir Surat Ali Imran: 18, Keutamaan Orang Berilmu. Adapun Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 283, Pentingnya Sebuah Kepercayaan, silahkan baca dalam artikel di bawah ini.

TerPopuler

close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah