Sudahkah Habib Rizieq Sungkem Gus Dur Saat Sebut Buta Mata Buta Hati?
Cari Berita

Advertisement

Sudahkah Habib Rizieq Sungkem Gus Dur Saat Sebut Buta Mata Buta Hati?

Duta Islam #03
Jumat, 22 Maret 2019

Screenshot video saat Habib Rizieq mengolok-ngolok Gus Dur. Foto: dutaislam.com.
DutaIslam.Com - Kalau mau bicara soal sakit hati, barangkali warga NU lebih sakit hati ketika panutannya dicaci maki. Masih terngiang dalam ingatan saat Habib Rizieq mencaci dan memaki-maki Gus Dur dengan ucapan buta mata dan buta hati.

Lain dari itu, caci maki terhadap NU dan tokoh-tokoh NU sampai sekarang masih terus terjadi. Kiai Said tak jarang disebut kafir, syiah, liberal, hingga sebutan anjing. Tokoh-tokoh NU yang lain juga sudah kenyang dengan hujatan-hujatan.

Berbeda pendapat antar sesama adalah hal biasa. Tetapi jika karena perbedaan pendapat justru melahirkan caci maki, itu menjadi tidak bijak. Mungkin tidak berlebihan jika disebut biadab.

Islam mengajarkan cara bermusyawah, berdiskusi, dan bertukar pikiran dengan baik. Sebaliknya Islam melarang mencaci maki sesama dan mengolok-ngoloknya. Karena belum tentu yang diolok-olok lebih buruk yang daripada yang mengolok-ngolok. Dan bisa jadi yang mengolok-ngolok memang lebih buruk daripada yang diolok-olok. Islam melarang keras mengolok-ngolok sesama.

Gus Dur tidak pernah mengolok-ngolok, apalagi mencaci maki Habib Rizieq. Tetapi sebaliknya, Habib Rizieq yang mengolok-ngolok Gus Dur saat itu. Gus Dur sudah tiada, tetapi sudahkan Habib Rizieq meminta maaf kepada Gus Dur?

Warga NU belum mendengar Habib Rizieq meminta maaf. Apakah Habib Rizieq berdosa kepada Gus Dur, entahlah, karena malaikat pencatatan dosa tidak pernah melaporkan kepada manusia atas dosa-dosa yang diperbuatnya. Tetapi yang jelas dosa kepada sesama manusia harus diselesaikan dengan sesama manusia. Caranya, dengan meminta maaf.

Gagal Pikir Kiai Said Harus Minta Maaf ke Habib Rizieq
Kiai Said dilaporkan ke polisi atas dugaan ujaran kebencian oleh Aliansi Bela Islam (ABB) Damai Hari Lubis. Tetapi yang menjadi masalah, Kiai Said diminta minta maaf kepada Habieb Rizieq. Ini permintaan tetapi nampak seperti ancaman. Kiai Said diminta datang ke Mekah lalu sungkem ke Habib Rizieq.

Kiai Said diminta minta maaf kepada orang yang salah, tidak seharusnya. Kenapa? Karena Kiai Said tidak bersalah kepada Habib Rizieq sehingga tidak ada alasan untuk meminta maaf kepada Habib Rizieq.

Dalam Islam, dikenal dua hubungan, yaitu hubungan manusia dengan manusia lain (hablum minannas) dan hubungan manusia dengan Tuhan (hablum minallah). Jika manusia bersalah kepada Allah maka sepatutnya manusia bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. Jika manusia bersalah kepada sesama manusia maka seharunya meminta maaf kepada manusia yang telah disalahinya.

Permintaan agar Kiai Said meminta minta maaf kepada Habib Rizieq adalah kecacatan berpikir dan barangkali juga kecatatan dan memahami agama.

Dalam masalah ini, Kiai Said tidak patut meminta maaf kepada siapapun karena sampai sekarang tidak ada vonis bahwa Kiai Said bersalah. Kiai Said dianggap bersalah hanya oleh sebagian orang dan mereka mungkin saja memang membencinya. Jika demikian, jangankan berbuat salah, berbuat benarpun akan menjadi salah bagi seorang pembenci.

Persoalan benar dan salah memang akan selalu probolematis karena ia menyangkut soal perspektif. Salah benar menjadi jelas kalau sudah jelas-jelas ada aturan hukumnya, baik hukum Al-Qur'an maupun undang-undang. Dan berdasarkan Al-Qur'an pun benar dan salah selalu terlihat samar-samar karena kecerdasan orang-orang yang memahami Al-Qur'an juga berbeda-beda. Termasuk undang-undang yang selalu mengandung kontroversi karena banyak celah dan perbedaan cara pandang.

Yang harus dicermati, Kiai Said adalah simbol NU. Belakangan NU gencar diserang oleh para membencinya. Maka menjadi wajar jika Kiai Said juga mendapatkan serangan. Termasuk pelaporannya ke polisi. Ini bukan hanya soal salah atau benar. Ini banyak soal, termasuk politik dan kepentingan mengobrak-ngabrik NU. [dutaislam.com/pin]

close
Banner iklan disini