[Geblek Kuadrat] Pilih Jempol Bukan Telunjuk untuk Kampanye, Dituding Anti Tauhid
Cari Berita

Advertisement

[Geblek Kuadrat] Pilih Jempol Bukan Telunjuk untuk Kampanye, Dituding Anti Tauhid

Duta Islam #02
Minggu, 31 Maret 2019

Juru Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN), Ansufri Idrus Sambo. (Foto: istimewa)
DutaIslam.Com - Semakin mendekati Pemilu 17 April, makin aneh-aneh aja omongannya. Juru Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN), Ansufri Idrus Sambo, menuding kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin membenci Tauhid lantaran terlihat suka menggunakan jari jempol dibandingkan telunjuk sebagai simbol nomor urut 01.

"Mau begini (acungkan jari telunjuk) tak enak juga. Mereka (tim Jokowi-Maruf) benci tauhid. Kan mereka benci Tauhid. Coba lihat sekarang ada enggak mereka begini (acungkan jari telunjuk)?," ujar Sambo sambil mengacungkan jari telunjuk saat menyampaikan tausiah pada acara Doa Bersama Eksponen Al-Azhar di Jakarta, Sabtu (30/03/2019), sebagaimana dilansir CNNIndonesia.com.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Tubagus Ace Hasan Syadzili membantah tudingan tersebut. Menurutnya tidak ada hubungan antara urusan penomoran dalam pemilihan presiden (Pilpres) dengan tauhid.

"Otak dan pikiran Ustadz Sambo ini harusnya diluruskan dulu. Kita jangan mencampur adukan urusan tanda atau nomor urut dalam Pilpres dengan sikap keagamaan kita," ujar Ace kepada CNNIndonesia.com.

Menurut Ace, ketauhidan seseorang bukan pada telunjuk jari, namun terlihat dari sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Ketuhanan.

"Menjalankan perintah Allah seperti salat, puasa, dam menjauhi larangan Tuhan serta perilaku akhlakul karimah," ujarnya. [dutaislam.com/gg]

close
Banner iklan disini