Panitia UAMBN-BK Kemenag Minta Maaf Soal Kesalahan Tokoh Resolusi Jihad
Cari Berita

Advertisement

Panitia UAMBN-BK Kemenag Minta Maaf Soal Kesalahan Tokoh Resolusi Jihad

Duta Islam #02
Sabtu, 23 Maret 2019

Kesalahan soal UAMBN-BK yang beredar.
DutaIslam.Com - Beberapa hari ini viral di media sosial terkait kesalahan soal Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional - Berbasis Komputer (UAMBN-BK) yang dikeluarkan Kementrian Agama (kemenag) untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).

Dalam soal tersebut, disebutkan bahwa yang menyerukan Resolusi Jihad adalah KH Ahmad Dahlan.

"Semangat perjuangan membela Islam dan bangsa Indonesia tertancap dalam sanubari KH. Ahmad Dahlan. Pejuang Ulama besar ini berhasil menorehkan “ tinta emas” dengan menyerukan Resolusi Jihad dan berhasil mendirikan organisasi keagamaan yang banyak bergerak di bidang pendidikan dan dakwah Islam. Organisasi yang memiliki massa besar di Indonesia ini dikenal dengan sebutan..," tulis soal tersebut.

Menanggapi kejadian tersebut, Penanggung Jawab Penulisan Soal UAMBN-BK, Kemenag RI, Ahmad Hidayatullah mengakui ada kesalahan dalam nama tokoh yang ditulis. Pihaknya meminta maaf atas kesalahan penulisan soal tersebut.

"Memohon maaf atas kesalahan penulisan tokoh pada pernyataan soal tersebut kepada seluruh masyarakat Indonesia dan kami menyesal atas kejadian ini," tulis Hidayatullah, Jum'at (22/03/2019) dalam rilis yang diterima Dutaislam.com.

Tokoh yang benar dalam soal di atas adalah KH Hasyim Asyari, bukan KH Ahmad Dahlan. Hidayatullah menjelaskan, jabaran kisi-kisi soal yang menjadi dasar penyusunan soal pada dasarnya sudah menunjukkan uraian sebagaimana uraian pernyataan soal yang sesungguhnya mencantumkan K.H. Hasyim Asy’ari sebagai tokoh yang dimaksud dalam soal.

Dia juga menyatakan, pada aplikasi yang sudah terlanjur memuat pernyataan soal yang salah tersebut, maka dalam sistem penilaian atas jawaban siswa dinyatakan dianulir, kosong, atau tidak diperhitungkan.

Selanjutnya, kata dia, pada butir soal tersebut tidak akan dipakai lagi dalam bank soal. [dutaislam.com/gg]

close
Banner iklan disini