Ngakak, Damai Lubis Cabut Laporan Jika Kiai Said Sungkem ke Habib Rizieq
Cari Berita

Advertisement

Ngakak, Damai Lubis Cabut Laporan Jika Kiai Said Sungkem ke Habib Rizieq

Duta Islam #03
Kamis, 21 Maret 2019

Damai Hari Lubis. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Ketum PBNU Kiai Said dilaporkan ke polisi oleh Kordinator Laporan Bela Islam (Korlabi) Damai Hari Lubis. Laporan akan dicabut jika Kiai Said minta maaf dan menghadap Habib Rizieq di Mekah.

Kiai Said dilaporkan karena menyebut ada kelompok radikal di kubu 02. Damai lubis akan mencabut laporan jika Kiai Said minta maaf ke Habib Rizieq. Dianggap salah ke Prabowo kok minta maafnya ke Habib Rizieq?

Menurut Damai, pemberian maaf dari Rizieq diperlukan karena selama ini Rizieq adalah pihak yang secara nyata berjuang mendukung pencapresan Prabowo Subianto lewat ijtima ulama 1 dan 2.

Tanpaknya mereka memang ingin selalu terlihat berjuang meskipun perjuangannya tidak bernilai. Publik tentu masih ingat hasil ijtima ulama yang merekomendasikan Cawapres Prabowo. Ijtima juga berdasarkan persetujuan dan arahan dari Habib Rizieq. Tetapi Habib Rizieq pun tidak digubris, Prabowo justru memilih Sandiaga Uno sebagai Calon Wakil Presiden.

Ogah Minta Maaf ke Habib Rizieq
Menanggapi pelaporan Kiai Said, alih-alih Kiai Said Aqil mau ke Mekah, menghadap, dan meminta maaf kepada Habib Rizieq. PBNU justru menanggapi pelaporan itu dengan santai dan memasrahkan kepada pihak yang berwajib.

“Mari kita percayakan kepada Kepolisian RI. Apakah terdapat dua alat bukti yang sah agar laporan tersebut dapat ditindaklanjuti atau tidak, kita lihat nanti,” kata Ketua PBNU Bidang Hukum Robikin Emhas.

Robikin justru menguatkan pandangan Kiai Said mengenai ancaman radikalisme. Menurut Robikin, sejumlah lembaga survei telah melansir munculnya radikalisme yang ditandai sikap intoleran di Indonesia. Terlebih, kampanye khilafah sudah marak dilakukan sebelum akhirnya HTI dicabut badan hukumnya.

“Kampanye khilafah itu bahkan masih dijumpai dalam tahun politik sekarang ini, di media sosial,” tuturnya. [dutaislam.com/pin]

close
Banner iklan disini