Mereka Saat Ini yang Gencar Menyerukan Kembali ke Khitthah 26 Adalah Perusak NU

Mereka Saat Ini yang Gencar Menyerukan Kembali ke Khitthah 26 Adalah Perusak NU

Kamis, 14 Maret 2019 | x dibaca
Website duta.co memframing dukung prabowo dan merusuhi hasil Munas NU.
Oleh Abdulloh Faizin

DutaIslam.Com - Mereka mengarahkan fitnah laksana moncong nuklir lalu dengan tendensius membidikkanya ke NU sebagai targetnya yang diibaratkan laksana kota Heroshima dan Nagasaki di Jepang yang hancur lebur saat itu. Dengan asumsi mereka, bahwa NU akan hancur luluh seperti luluhya kedua kota besar tersebut karena ledakan bom itu, tapi!!! tidak! NU akan tetap bertahan bahkan berkembang menjadi besar dan mereka akan hancur sendiri berkeping seperti dawuh Syaekhona Kholil yang merestui NU ini.

Di sisi lain mereka yang pongah lantang bersuara keras menyarankan NU kembali ke khittah dengan segenap taktik liciknya, baik lewat mimbar pribadinya maupun mimbar umum yang dipoles dengan panggung seperti kumpulan ulama dan tokoh yang diakukan sebagai tokoh NU dengan air mata buyanya dengan tema "NU menagis" adalah tidak lain dan tidak bukan hanya sebuah kebohongan besar " Buhtanun adzim" dari komplotan yang menjadikan NU seperti batu di kepalanya,

Mereka walaupun mengaku NU tapi bukan an sich beritikad baik untuk NU, tidak memahami makna latar belakang dan kemaslahatan khittah. Mereka sendiri yang mencerderai khittah dengan mengumpat tokoh NU dan menggiring ke pilihan politik ambisi. Maka dari itu mereka adalah layaknya seperti ulat ulat yang ingin menggerogoti daun NU tapi tak kuat rahangnya seperti semut yang ingin mengrubungi dan makan manisnya NU, tapi terjebak hingga kematian pengaruhnya karena kualatnya.

Ada yang bahkan ingin hekang keluar dari NU kita malah bersyukur dan kita mempersilahkanya keluar. Kita NU tak butuh pecundang NU, tak butuh penghianat NU, tak butuh begundal begundal yang tiap kali merendahka derajat ulama sesepuh kita. Bayangkan pengurus NU sealim itu di hujat sana sani, ngakunya santri ngakunya ustad, ngakunya kiai tapi bau busuk dari kata kata kotor acapkali diarahkan untuk sesepuh yang 'alim di NU dengan suul adabnya sangat tidak etis.

Kita tidak boleh khawatir dan takut NU hancur seperti kota Nagasaki dan Heroshima. Mafia dan tokoh penyerang NU akan berantakan pada waktunya. Kini satu persatu baik secara personalias yang mengaku ustadz, kiai, ulama, gus, abuya dll, maupun kolektifitas kelompoknya, majlisnya, sudah mulai merasakan racun ulama NU yang menjalar ditubuhnya. Bahkan jika masih terus menghina NU, akan mengerogoti popularitasnya seperti dawuhnya para masyayih pendiri NU.

Yang bermain di dalamnya adalah komplotan yang berasal dari bekas bekas politikus yang punya masalah dengan NU, bekas yang mengaku masih dewan pakar aswaja NU, sebagian dari bekas barisan sakit hati atas keputusan hasil kesepakan mutamar NU jombang, dan bekas orang yang dari dulu sentimen dengan PBNU, sebagian adalah pengurus dan aktifs FPI, dengan dasar bukti klarifikasisi PCNU lansem dan asumsi kita bahwa spora pengasong khilafah dan NUGL/ Garis cuklek didalamnya.

Hari ini detik ini mereka terus berupaya melemahkan hasil Bahsul Masail dan tujuan utamanya adalah merapukan bahkan menghancurkan NU yang dianggap menjadi batu sandungan mereka. Namun mereka lemah sendiri dan bahkan terbongkar aib kelemahnya, yah mungkin Alloh tidak meridloinya dan bahkan memberikan karma atas perlakuanya terhadap Ulama NU kita.

Sangatlah berbahaya memusuhi para ulama dan kiai sesepuh kita. Sekali lagi ikuti ulama kita, sowanlah ke sana sesekali supaya hatimu adem, jika ingin selamat dari tamparan adzab dan percikan fitnah yang melanda umat, siapa mereka? Mereka adalah jajaran kiai sepuh yang telah berhidmah di kepengurusan PBNU, hindari NU abal abal yang tidak jelas dengan pengakuan tidak jelas pula. [dutaislam.com/gg]

Source: Abdulloh Faizin

TerPopuler

close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah