Menguatkan Pendidikan Karakter di Indonesia
Cari Berita

Advertisement

Menguatkan Pendidikan Karakter di Indonesia

Duta Islam #04
Rabu, 13 Maret 2019

Tawuran remaja (sumber: istimewa)
DutaIslam. Com - Dewasa ini, kasus kenakalan remaja semakin meningkat. Pada tahun 2018, kenakalan di kalangan remaja mengalami peningkatan daripada pada tahun 2017. Tercatat, angka kasus tawauran sepanjang 2018 meningkat 1,1 persen (Tempo.com).

Pendidikan yang berfungsi sebagai labolatorium penguatan karakter masih belum menyentuh pada substansinya. Ibarat pepatah Jawa "jauh arang dari panggangnya". Padahal, penguatan pendidikan karakter merupakan modal utama dalam mencetak the gold generation.

Pendidikan karakter tidak hanya cukup berada di rungan kelas, yang hanya diberi asupan mata pelajaran. Namun, peserta didik juga harus dibekali spiritual dan moral. Seharusnya pendidikan karakter harus diberikan seiring dengan perkembangan intelektual peserta didik, yang dalam hal ini harus dimulai sejak dini khususnya di lembaga pendidikan.

Pendidikan karakter di institusi pendidikan seperti sekolah, dapat diawali dengan menampilkan uswah sebagai teladan bagi para murid. Di samping itu, pemberian pembelajaran seperti keagamaan dan kewarganegaraan terus digalakkan agar dapat membentuk individu yang berjiwa sosial, berpikir kritis, memiliki dan mengembangkan cita-cita luhur, mencintai dan menghormati orang lain, serta adil dalam segala hal.

Karakter sebagai nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya dan adat istiadat. Maka, penting untuk menanmkan karakter kepada anak-anak sejak dini. Sebab, mereka adalah generasi yang akan menentukan nasib bangsa di
kemudian hari.

Penguatan karakter anak yang dimulai saat ini sangat mempengaruhi karakter bangsa di masa yang akan datang. Proses pembentukan karakter akan berjalan maksimal serta berkembang dengan baik jika anak-anak mempunyai ruang dan waktu dalam mengekspresikan diri secara leluasa.

Namun, proses pembinaan dan pendidikan karakter harus menjadi usaha sadar dan terencana karena karakter tidak dapat dibentuk dengan mudah dan dalam waktu singkat. Hanya melalui pengalaman mencoba dan mengalami, akan dapat menguatkan jiwa, menjelaskan visi, menginspirasikan ambisi dan mencapai sukses.

Dalam Islam, karakter dapat diterjemahkan dengan akhlak. Akhlak berasal dari bahasa Arab, yang bermakna kejadian, perangai, tabiat, atau karakter. Sedangkan dalam pengertian istilah, akhlak adalah sifat yang melekat pada diri seseorang dan menjadi identitasnya. Selain itu, akhlak dapat pula diartikan sebagai sifat yang telah dibiasakan, ditabiatkan sehingga menjadi kebiasaan dan mudah dilaksanakan, dapat dilihat indikatornya, dan dapat dirasakan manfaatnya.

Akhlak terbentuk dari kemampuan jiwa untuk melahirkan tindakan secara spontan, tanpa pemikiran dan pemaksaan. Imam Ghazali dalam kitab Ihyaa ’Ulumuddin menjelaskan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.

Dari pengertian tentang akhlak baik dari segi bahasa maupun istilah sebagaimana tersebut diatas tampak erat kaitannya dengan pendidikan, yang pada intinya upaya menginternalisasikan nilai-nilai, ajaran, pengamalan, sikap dan sistem kehidupan secara holistik, sehingga menjadi sifat, karakter, dan kepribadian peserta didik.

Akhlak atau katakter merupakan unsur penting dalam menciptakan tatanan masyarakat yang beradab dan berkemajuan. Nabi Muhammad SWA sendiri diutus untuk menyempurkan akhlak manusia, dan dalam praktik kehidupan beliau dikenal sebagai berakhlak yang agung.

Pendidikan sebagai laborat dalam membentuk good character seyogyanya segera berbenah dan melakukan berinovasi dalam mengatasi rusaknya moralitas di lingkungan pendidikan. Pun Demikian, pemerintah juga harus terus mengawal dengan mengupayakan langkah-langkah kongkrit agar pendidikan di Indonesia dapat mencapai target yang maksimal, baik di bidang keilmuan maupun penguatan karakter.

Sebab, “Intelligence plus character, that is the true aim of education”. Kecerdasan disertai dengan karakter, itulah tujuan yang benar dari pendidikan. [dutaislam.com/in]

close
Banner iklan disini