Mengapa Nyaleg? Ini Jawaban Gus Nabil

Mengapa Nyaleg? Ini Jawaban Gus Nabil

Selasa, 19 Maret 2019 | x dibaca
Gus Nabil (kanan) bersama Presiden Jokowi. Foto: fanpage Gus Nabil
DutaIslam.Com - Di pondok pesantren, santri ditempa dan dibekali banyak disiplin keilmuan oleh para kiai. Tidak hanya ilmu ukhrowiyah, tetapi juga ilmu-ilmu dunyawiyah sebagai pondasi menjalani hidup di tengah masyarakat.

Demikian pula dengan M. Nabil Haroen, santri lulusan Lirboyo yang pada musim Pemilu 2019 ini dicalonkan PDI-P sebagai caleg santri di Dapil V (Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Kota Surakarta) di urutan nomor tujuh (7).

Karena keterampilannya bermasyarakat, Gus Nabil (GN) -demikian panggilan akrab M Nabil Haroen, diminta oleh guru dan kiainya untuk mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI 2019-2014 lewat Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP-P).

"Saya ini santri dan harus taat pada kiai," kata Gus Nabil, yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa.


Ia menyatakan, namanya masuk menjadi daftar calon anggota legislatif bukan karena mendaftar, tapi didaftarkan oleh kiai yang sangat ia ta'dhimi. Tiba-tiba saja kiai memintanya mengatur segala syarat menjadi caleg tanpa mengetahui dimana daerah pemilihan yang harus dipilih.

Karena mengikuti dawuh kiai tanpa tanda tanya, ia akhirnya ditempatkan oleh penentu daerah pemilihan yang menurut Kompas.com menjadi dapil dengan pertarungan calon anggota legislatif atau caleg paling ketat dibandingkan dapil lain.

Gus Nabil Caleg 5/7

Jadi, ketika menyerahkan berkas ke PDI-P, seperti permintaan kiai, ia tidak bisa menulis di dapil mana ia menulis, "kalau kiai sudah perintah, bismillahbismillah, terbasmilah semua," terang Gus Nabil.

Mantap diperintah kiai, Gus Nabil percaya perintah kiai adalah untuk menjaga NKRI.

"Karena saya percaya bahwa parlemen adalah arena penting untuk menjaga NKRI ini agar tetap bhinneka, karena saya percaya bahwa tujuan bersama bangsa ini, yakni Ketuhanan, Kemanusiaan, Perwakilan, dan Keadilan Sosial, wajib dikawal dan dijaga melalui perlemen," imbuhnya.

Dengan menjadi caleg, Gus Nabil akan menjadi banteng yang bertarung dan berlaga di parlemen.

"Karena musuh-musuh bangsa juga menyusup melalui parlemen, maka saya harus menjadi banteng yang ikut berjuang dan berlaga di sana," tegasnya. [dutaislam.com/ab]

TerPopuler