Makna Istiqomah dan Cara Mengamalkannya

Makna Istiqomah dan Cara Mengamalkannya

Rabu, 06 Maret 2019 | x dibaca
Foto: istimewa
Istiqomah adalah adalah bagian dari merebut kesuksesan banyak hal. Istiqomah sebagai parameter kesuksesan sangat perlu diekspansikan, untuk menunjang sikap move on dari keterpurukan hidup.

Dutaislam.com - Istiqomah merupakan parametrer kesuksesan hidup. Maka tabi’at umum manusia berangan memiliki sikap istiqomah dalam seluruh aspek kehidupan. Esensi kehidupan ditopang dari amal baik, namun amal baik bukan jaminan kesuksesan jika tidak istiqomah.

Orang yang istiqomah akan memiliki mental optimistis. Ia tak kagetan dan tak mudah terombng ambing badai masalah. Orang yang istiqomah akan jauh dari sikap keputusasaan. Golongan ini dijamin oleh Allah dengan kebahagiaan surga.

Firman Allah, surat Al Fussilat ayat 30 :

ان الذين قالوا ربنا الله ثم استقامو تتنزل عليهم الملئكة الا تخافوا ولا تحزنوا وابشروا بالجنة التى كنتم توعدون ( الفصلت :٣٠ )

“ Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu ”

Kesuksesan amal seseorang, tidak diukur dari aspek kuantitas belaka. Ibadah dilihat dari segi kualitas, bukan kuantitas. Rosulullah menekankan kita untuk beramal baik, meski sedikit tapi istiqomah itu lebih bernilai daripada banyak tapi lekas menyerah dan tak istiqomah. Ibarat membangun sebuah rumah, lebih baik menyusun bata satu persatu secara berkala dan istiqomah, daripada menyusunnya serentak tapi tak diteruskan, buat apa?

“ berakit rakit dahulu, berenang-trenang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”

Adagium nusantara itu memberi pelajaran pada kita tentang pentingnya proses perjuangan. Dalam menempuh jalan terjal hidup, kita perlu sikap optimis, berani, komitmen, dan berkorban demi menggapai apa yang menjadi angan. Dan, semua pengorbanan itu tak akan menuai arti ketika tidak istiqomah. Semua langkah itu memang sakit, tapi kesakitan itu akan terobati oleh kesuksesan.

Mengutip dawuh imam Azzarnuji dalam kitab Ta’limul Muta’allim bahwa:

الاستقامة خير من الف كرمة

Istiqomah lebih baik nilainya daripada seribu karomah”.

Satu amal yang konsisten, akan menimbulkan sikap optimistis yang membuat seseorang mudah untuk meraih karamah. Sedangkan, karamah sendiri tidak akan lahir ketika menafikan peran istiqomah. Bahkan, sebuah karamah bisa saja dicabut ketika seseorang telah hilang keistiqomahannya. Setiap amal yang lestari dan dijalani dengan penuh kesabaran, niscaya akan berbuah manis.

Menuju Istiqmah

Dr. Ali Nurdin – Dosen fakuktas ushuluddin Perguruan Tinggi Ilmu Alqur’an (PTIQ) Jakarta – membeberkan tiga langkah sistematis untuk menuai Istiqomah.

Pertama, tata niat. Orang yang menginginkan move on dari keterpurukan, seyogyanya memiliki tekad bulat (himmah aliyah) untuk merubah paradigma hidupnya.

الامور بمقاصدها

Segala seseuatu bergantung pada niat awalnya.

Bahkan dalam hadits yang masyhur yang diriwayatkan oleh Sahabat Umar bin Khattab, nabi bersabda:

وانما لكل امرئ ما نوى

“Setiap personal akan mendapatkan – balasan sesuai dari - apa yang ia niatkan”.

Ketika tekad (niat) untuk beristiqomah telah klimaks, semua obstacles tak akan berarti. Hidup terasa ringan dijalani. Jalan menuju kesuksesan terus dipandang, tanpa peduli tanjakan dan belokan yang dilewati.

Kedua, sabar dan tawakkal. Istiqomah memang hal yang tak mudah. Menjalaninya, bak menerjang tebing gunung yang terjal dab berbatu. Prosesnya panjang dan sarat haluan. Maka, diperlukan sebuah kesabaran yang disertai tawakkal, agar mampu menaklukkan tantangan teresebut.

Ketiga, berdoa. Berdoa adalah senjata orang mu’min. Orang yang berdo’a berarti telah meminta bala bantuan pada Allah untuk menaklukkan rintangan. Ketika kita berangan untuk menggapai istiqomah, musuh paling besar adalah Nafsu. Nafsu timbul dari setan. Dan, yang mampu menghalangi godaan setan hanya Allah. Maka, segala usaha yang telah diupayakan sangat perlu diberkahi doa. Doa yang mujarab bermuara di hati. Maka, berdoalah meminta istiqomah dengan hati yang tulus.

ولو استقاموا على الطريقة لاسقيناكم ماء غدقا

“Kalau mereka tetap berjalan lurus di jalan agama Islam, benar-benar kami akan memberi mereka minuman yang segar”

Substansi ajaran Islam mengkristal di Alqur’an dan Assunnah. Mengkajinya adalah guidance untuk hidup kita. Dalan proses tersebut membutuhkan istiqomah. Istiqomahlah, agar kehausanmu buah konsekuensi sabar dan tawakkal dibalas dengan tegukan aur nan segar.
[dutaislam.com/ar]

Artikel dutaislam.com

Demikian penjelasan kontentekstual ihwal istiqomah berdasarkan Alqur'an dan Asssunnah. Penjelasan berikutnya, akan diulas dalam sesi artikel lain.

TerPopuler

close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah