Era Muslim 'Menjerit' Karena Habib Rizieq Tak Kunjung Pulang, Hijrah?
Cari Berita

Advertisement

Era Muslim 'Menjerit' Karena Habib Rizieq Tak Kunjung Pulang, Hijrah?

Duta Islam #03
Rabu, 27 Maret 2019

Habib Rizieq Shihab. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Membaca editorial eramuslim.com berjudul "Pulanglah Bib, Selamatkan Negeri ini" seperti sedang menonton orang yang berteriak, marah, sambil menangis, di muka umum. Seperti berteriak karena tulisannya nampak seperti orasi, seperti marah karena bernada menghujat kondisi tanpa menyodorkan bukti, dan dan seperti menangis karena banyak ungkapan memohon kepada Habib Rizieq untuk segera pulang.

Secara umum, tulisan tersebut membahas kondisi Indonesia yang disebutnya darurat. Sosok Habib Rizieq dinantikan karena dipandang sebagai satu-satunya orang yang memenuhi kriteria sebagai pemimpin.

Berikut ini adalah penggalan tulisan di eramuslim.com.

"Di negeri ini, sampai sekarang, baru satu orang pemimpin umat yang memiliki segala kriteria itu, yaitu Ya Habibana Habib Rizieq Syihab, yang sampai sekarang masih hijrah di Saudi." 

"Pulanglah Bib. Ini waktunya, ini momentum kita, untuk berjuang bersama menyelamatkan bangsa dan negeri ini dari kezaliman orang-orang yang jauh dari agama tauhid ini. Kami dan jutaan umat Islam Indonesia, dan banyak orang yang diam-diam mendukungmu, walau dia bukan Muslim, akan bahu-membahu disampingmu dalam berjuang. Datanglah Bib, Pulanglah…"

Habib Rizieq Pemimpin Paling Baik?
Ada dua hal yang menarik disorot dalam editorial tersebut. Pertama, gelar yang diberikan kepada Habib Rizieq sebagai satu-satunya pemimpin yang memenuhi kriteria. Kata satu-satunya berarti menegasikan yang lain. Dengan kata lain, tidak ada yang pantas memimpin Indonesia kecuali Habib Rizieq.

Pasangan Jokowi-Amin dan Prabowo-Sandi yang sebentar lagi mengikuti Pemilihan Presiden 2019 tidak pantas. Kiai Musthofa Bisri, Habib Luthfi bin Yahya, Ketum PBNU Kiai Said Aqil Siradj, Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, dan sejumlah tokoh-tokoh lain di Indonesia tidak ada yang pantas. Karena satu-satunya yang pantas hanyalah Habib Rizieq. Demikian kalau kita jabarkan artinya dari kata "satu-satunya" sebagaimana editorial eramuslim.com.

Benarkah? saya sangat tidak yakin. Karena kriteria yang disodorkan eramuslim.com sangat subyektif. Hanya karena lantaran Habib Rizieq berani berbicara di podium dengan suara yang sangat lantang. Dia dinilai tegas dan berani. Tetapi, anggapan ini menjadi runtuh setelah dibuktikan dengan kenyataan bahwa Habib Rizieq tidak berani menghadapi hukum.

Orang yang benar-benar berjuang atas nama tuhan seharusnya tidak takut kepada siapapun kecuali tuhan. Nyatanya, Habib Rizieq takut mengahadapi hukum. Habib Rizieq tidak seperti sosok Hamka berani dipenjara, bahkan berani mati demi kebenaran yang diyakininya.

Hijrah atau Kabur?
Kedua, eramuslim.com menganggap kepergian Habib Rizieq ke Arab dengan sebutan Hijrah. Ini mengejutkan, karena setelah ramai mengenai istilah hijrah dari krudung ke cadar, kini ada makna baru tentang hijrah. Orang yang lari dari kasus hukum pun disebut hijrah.

Padahal, dalam konteks historis, hijrah adalah perpindahan Nabi Muhammad bersama sebagian pengikutnya dari Mekah ke Medinah untuk menyelamatkan diri dari tekanan kaum kafir Quraisy, Mekah. Belakangan, sejumlah ulama memaknai kata hijrah dengan perubahan dari kebiasaan negatif menjadi postif. Hijrah adalah perubahan diri menjadi lebih baik, dan semakin baik sesuai dengan perintah agama.

Tidak tepat jika kepergian Habib Rizieq ke Arab disebut Hijrah. Yang benar adalah kabur, melarikan diri. Sebagaimana menurut KBBI, melarikan diri berarti membawa cepat-cepat diri atau menyelamatkan diri. Habib Rizieq cepat-cepat lari dan menyelamatkan diri dari masalah hukum yang membelitnya di Indonesia. Padahal belum ada vonis, baru pelaporan, belum juga ada pemeriksaan, tetapi Habib Rizieq tak mau dengan semua itu.

Di sisi lain, Nabi Muhammad Hijrah ke Madinah karena perintah Allah. Hijrah Nabi Muhammad pasti satu langkah kebenaran karena diperintah langsung oleh Allah. Jika Habib Rizieq disebut Hijrah, lalu diperintah siapa? Yang jelas bukan Allah. Karena Habib Rizieq bukan nabi dan wahyu Allah sudah tidak lagi turun. Yang paling mungkin, Habib Rizieq diperrintah teman sejawatnya atau, boleh jadi, diperintah oleh ketakutannya sendiri berhadapan dengan hukum.

Kalau tidak takut, Habib Rizieq mestinya pulang ke Indonesia. Disamping ada masalah hukum yang harus segera diselesaikan, para pengikutnya juga sudah merindukan. Kami pun juga Rindu kepada Dzurriyah Rasulullah itu, kecuali kepada sifat-sifatnya yang kasar. [dutaislam.com/pin]

 

close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah