Di Yayasan Ar-Ridho Grobogan, Guru Tidak Ikut Flashmob PKS Dipersilahkan Mengundurkan Diri
Cari Berita

Advertisement

Di Yayasan Ar-Ridho Grobogan, Guru Tidak Ikut Flashmob PKS Dipersilahkan Mengundurkan Diri

Duta Islam #02
Senin, 11 Maret 2019

Flasmob PKS. (Foto: tribunnews.com)
DutaIslam.Com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan beragam cara untuk mengkampanyekan partainya untuk Pemilu 2019 nanti. Salah satunya dengan kampanye melaui gerakan flashmob di tempat ramai di sejumlah wilayah Indonesia, pada Ahad (10/03/2019).

Di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kampanye PKS dengan flashmob dilakukan oleh Yayasan Ar-Ridho, Tegowanu, di Bundaran Gubug, pada hari yang sama.

Namun anehnya, pihak yayasan seakan mewajibkan para guru yang mengajar di situ untuk ikut serta kegiatan kampanye melalui gerakan flasmob itu. Kalau tidak ikut, dinilai melanggar, bahkan dipersilahkan mengundurkan diri.

Pasca acara flasmob, para guru mendapatkan pemberitahuan melalui chat WA. Bagi yang ikut diapresiasi, bagi yang tidak disuruh membuat surat pernyataan telah melanggar aturan.

Salah satu pengajar yang tidak ikut serta kegiatan tersebut, Annisa (nama samaran) melalui suaminya membeberkan chat WA tersebut kepada Dutaislam.com, Senin (11/03/2019). Berikut chatnya:


Kabar terakhir, Annisa akhirnya keluar dari yayasan Ar-Ridho. PKS mempolitisasi lembaga pendidikan? [dutaislam.com/gg]

close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah