Budayawan Ridwan Saidi Lecehkan Kiai Ma'ruf Amin, Nusron Protes
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Budayawan Ridwan Saidi Lecehkan Kiai Ma'ruf Amin, Nusron Protes

Duta Islam #03
Kamis, 21 Maret 2019
Loading...

Nusron Wahid Protes ketika Ridwan Saidi melecehkan kiai Ma'ruf Amin. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Budayawan Ridwan Saidi diundang dalam diskusi Indonesia Lawyers Club di ILC TVOne, Selasa (19/03/2019) malam. Namun, kesempatan berbicara yang diberikan Presiden ILC Karni Ilyas justru digunakan untuk melecehkan Kiai Ma'ruf Amin.

Jejak digital masih beredar di dunia maya ketika Ridwan Saidi membandingkan Sandiaga Uno dan Kiai Ma'ruf Amin dalam debat Cawapres, Ahad (17/03/2019) lalu. Ketika menilai Sandi, Ridwan memuji-muji karena pakaian dan cara duduknya. Namun, ketika menilai Kiai Ma'ruf Amin, Ridwan merendahkannya hanya karena persoalan usia.

"Yang satu ini (Kiai Ma'ruf Amin) jalannya di seret-seret. Padahal cuma semeter dari bangku ke mekrofon. Ini bagaimana?," katanya.

"Kemudian saya lihat, lipatan sarungnya pada debat malam itu beda. Dia pakai lipatan surung gaya candi, selon tengah, jadi lipatan beda, bukan lipatan sarung Indonesia. Ini penting, performen sangat penting jadi politisi," sambungnya.

Mendengar ucapan Ridwan Saidi, Nusron Wahid yang juga hadir dalam diskusitak terima. Nusron protes dan menyela ucapan Ridwan Saidi. Nusron mengatakan, yang samapaikan Ridwan Saidi tentang Kiai Ma'ruf Amin keluar dari peradaban Indonesia.

"Saya kira ini sudah jauh dari peradaban Indonesia yang disampaikan oleh Pak Ridwan Saidi. Saya juga bisa menilai Pak Ridwan, sampai ngomong diseret seret, sarungnya kepanjangan, dan lain sebagainya. Masalah kepribadian ini tidak disampaikan, saya keberatatan. Saya pikir acara ini harus kembali ketopik," ujar Nusron.

Mendengar protes Nusron, Ridwan Saidi hanya menurut sambil mengatakan "iya, iya, iya". Karni Ilyas akhirnya meminta Ridwan Saidi untuk membahas substansi diskusi yang saat itu membahas tentang Operasi Tangkap Tangan (OTT) Ketum PPP Romahurmuzy.[dutaislam.com/pin]

Loading...