Sabtu, 16 Maret 2019

Bagaimana Cara Menghadapi Maaher Thuwailibi? Ini Penjelasan Gus Nadir

Prof Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) saat bedah buku 'Saring Sebelum Sharing' di UIN Walisongo, Jum'at (15/03/2019).
DutaIslam.Com - Rois Syuriah PCI NU Australia-New Zealand, Prof Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) angkat bicara terkait fenomena ustadz medsos seperti Maaher Thuwailibi.

"Untuk menghadapi ustaz-ustaz medsos seperti Maaher Thuwailibi, menurut njenengan gimana Gus?," tanya wartawan Dutaislam.com, setelah bedah buku 'Saring Sebelum Sharing' di UIN Walisongo, Semarang, Jum'at (15/03/2019).

Menurut Gus Nadir, memang kita tidak bisa melarang orang untuk suka dengan ceramah-ceramah atau video seperti itu.

"Kita mau bilang si A itu tidak punya kemampuan, si B ngaku gak bisa baca kitab, si C itu ngaku bekas bajingan, si D gak bisa tashrif, terus kita larang, gak bisa," kata Gus Nadir.

Menurutnya, kalau orang mau, karena ketidakmengertian, karena kepentingan yang sama, "maka yang kita bisa lakukan adalah kita kasih counter wacana."

"Silakan para ustaz-ustaz yang lain, ustaz-ustaz yang moderat, ustaz-ustaz yang betul-betul mumpuni, gitu ya, produksi konten-konten itu," tandas Gus Nadir.

Gus Nadir menyarankan, agar kita membuat video-video untuk mengcounter wacana tersebut dan membuat tim untuk mendampingi.

"Setiap ada ustaz yang seperti itu, yang moderat, ceramah Gus Mus kah, Pak Quraish Shihab, itu musti diviralkan, kira bertanggungjawab untuk itu," jelasnya.

"Jadi serahkan kepada pembaca, mereka mau yang mana, serahkan kepada mereka, mereka mau yang mana, sehingga ada opsi. Tapi kalau yang ada sebelah sana gencar terus, dengan timnya untuk menyebarkan, sini hanya maki-maki, kemuadian nyinyir, melarang orang nggak bisa. Sediakan kontennya," imbuh Gus Nadir. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini