Asbabun Nuzul Surat Luqman Ayat 13, Pendidikan Tauhid Sejak Dini

Asbabun Nuzul Surat Luqman Ayat 13, Pendidikan Tauhid Sejak Dini

Rabu, 20 Maret 2019 | x dibaca
Kandungan surat Luqman: 13, pendidikan tauhid sejak dini (sumber: istimewa)
Asbabun nuzul Surat Luqman membincang berbagai aspek kehidupan. Asbabun nuzul Surat Luqman ayat 13-14 berkaitan dengan  pendidikan anak. Adapun asbabun nuzul Surat Luqman ayat 13 tentang pendidikan tauhid sejak dini.

DutaIslam.Com - Asbabun nuzul Surat Luqman mengajarkan kepada umat Islam materi-materi pendidikan yang harus diajarkan kepada anak-anaknya. Nilai ketuhanan merupakan materi utama yang harus ditanamkan dalam diri seorang anak sejak kecil.

Surat Luqman tergolong surat makkiyyah.  Jumhur ulama berpendapat bahwa Surat Luqman turun sebelum hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah.

Menurut para mufassir, asbabun nuzul Surat Luqman ayat 13-14  berhubungan dengan kisah Sa'ad bin Abi Waqash. Pada waktu itu, sahabat Sa'ad bin Abi Waqash telah memeluk agama Islam. Namun, sikap beliau tersebut  mendapat penolakan dari ibunya.

"Wahai Sa'ad. Demi Allah, saya tidak akan menerima makanan atau minuman dari kamu, sebelum kamu kembali pada agamamu yang dulu." Begitulah tanggapan orangtua Sa'ad bin Abi Waqash ketika mendengar kabar putranya mengimani agama Muhammad.

Sahabat Sa'ad bin Abi Waqash tetap kekeh dengan pilihannya. Melihat sikapanya Sa'ad yang kekeh, Ibunda beliau benar-benar mogok makan, minum dan bahkan tidak mau berteduh selama tiga hari.

Sebagai putra kesayangan, Sa'ad merasa khawatir dengan kondisi ibunya. Kemudian, sahabat Sa'ad mengadukan prihal ibundanya kepada Rasulullah SAW. Lalu turunlah Surat al-Baqarah ayat 13-14 berkaitan dengan Sa'ad bin Abi Waqash.

Diriwiyatkan juga dari  Mus’ab bin Sa’ad bin Abi Waqash dari ayahnya. Ayahnya berkata, ayat ini turun berkaitan dengan diriku. Ia menceritakan, bahwa Ibu Sa'ad telah bersumpah tidak berbicara selama-lamanya sehingga dirinya (Sa’ad) mengingkari agamanya (Islam). Dia tidak makan dan minum. Ibu berada dalam keadaan seperti itu selama tiga hari sehingga tampak kondisinya menurun. Lalu turunlah firman Allah Swt.: ”Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya). (HR. Muslim dari Abu Khuzaimah).

Secara tegas, Allah SWT menceritakan nasihat-nasihat Luqman Hakim kepada anaknya di dalam Surat al-Baqarah ayat 13-14. Nasihat Luqman pertama tentang larangan mengekutukan Allah SWT.

Dalam nasihatnya, Luqman mengajak ankanya agar menyembah Allah SWT semata. Sebab, menyekutukan Allah merupakan perbuatan zalim yang terbesar.

 وَإِذْ قَالَ لُقْمَٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ 

"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Luqman :13)

Ayat di atas menginformasikan bahwa pendidikan pertama yang harus ditanamkan kepada anak adalah ketauhidan. Penanamam nilai-nilai tauhid sejak dini dapat membentuk karakter anak yang mampu menggunakan anugerah Tuhan dengan baik. Ia akan memanfaatkan akal pikirannya untuk memecahkan segala rahasia Tuhan di alam semesta ini.

Dengan berbekal tauhid yang kuat, manusia dalam menjalankan aktfitas-aktifitasnya berdasarkan nafas ilahi. Karena, nilai-nilai tauhid yang merasuk di dalam hati, akan membawa pada titik keimanan serta ketakwaan yang tinggi kepada Allah SWT. Sehingga,  jiwa kemanusiaan melekat pada pribadinya.

Manusia sadar akan dirinya sebagai hama Tuhan, yang harus mempunyai sikap tolong-menolong, saling mengasihi dan peduli terhadap sesama. Kehidupan dan perilakunya selalu mengahadirkan Tuhan dalam setiap langkahnya.

Ingat, orang yang berlaku otoriter dan gemar menindas, ia tidak sadar dirinya adalah seorang hamba. Akan tetapi, ia menjelma sebagai Tuhan itu sendiri. Fenonena ini sudah banyak bukan? [dutaislam.com/in]

Artikel dutaislam.com

Demikian penjelasan Asbabun Nuzul Surat Luqman Ayat 13, Pendidikan Tauhid Sejak Dini. Adapun Asbabun Nuzul Surat al- Baqarah Ayat 256, Tafsir Surat al-Baqarah ayat 261, 265, 282 dan 283,  silahkan baca di artikel berikutnya.

TerPopuler