Asal Dukung 212, Meski Salah Tetap Dianggap Ustadz
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Asal Dukung 212, Meski Salah Tetap Dianggap Ustadz

Duta Islam #03
Kamis, 07 Maret 2019
Loading...

Ustadz-Uztadz Monaslimin yang melakukan kesalahan. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Sudah berapa banyak kesalahan yang dibuat sejumlah ustadz pendukung 212 dalam hal agama?

Ustadzah Neno Warisman salah baca Al-Qur'an, bahkan menambahi huruf dalam Al-Qur'an. Sugi Nur Raharja salah sebut surat dan ayat. Haikal Hassan salah membedakan "kafir" dan "kuffar". Ustadz Tengku Dzulkarnain salah mentasrif kata "Kafir". Ustadz Maheer At-Thuwaiibi salah mentashrif kata "Talafi".

Mereka adalah ustadz dan ustadzah pendukung 212 yang diketahui gencar mengkritik NU dan kiai-kiai NU. Tetapi mereka akan tetap dianggap ustadz yang menjadi panutan selama masih setia mendukung 212.

Hal ini diungkapkan Rais Syuriah PCI NU Australia-New Zeland Nadirsyah Hosen. Gus Nadir, demikian sapaan akrabnya, merasa heran dengan fenomena ini.

Salah baca ayat, nambahin sendiri ayat Al-Quran, salah sebut surat dan ayat, ngaku gak paham kitab kuning, salah mentasrif kata kafir, gak tahu bedanya kafir - kuffar, doa perang badar asal comot, tapi selama dukung 212 & 02 sih mereka tetap dianggap ustazd dan ustadzah," kata Gus Nadir melalui akun Twitternya, Kamis (07/03/2019).

"Allah Karim," kata Gus Nadir kemudian.



Sementara Putri Gus Dur Alissa Wahid tanpaknya tidak habis pikir dengan dalih mereka saat melakukan kesalahan. Menurut Alissa, mereke gencar menyerang NU, tetapi ketika dirinya bersalah berdalih ada yang mengadudomba umat Islam.



"Saat sedang mencaci kiai-kiai NU  dan Muhammadiyah, orang-orang tertentu mengatasnamakan Islam dan menganggap ulama-ulama NU dan Muhammadiyah tak layak diikuti. Saat sedang Allah tunjukkan kesalahan-kesalahan orang-orang tersebut, kok langsung berdalih ada yang mengadudomba umat Islam," kata Alissa, heran. [dutaislam.com/pin]

close
Banner iklan disini