6 Term Waktu Dalam Al-Quran
Cari Berita

Advertisement

Loading...

6 Term Waktu Dalam Al-Quran

Duta Islam #04
Rabu, 27 Maret 2019
Loading...

Penjelasan term waktu dalam al-quran (sumber: istimewa)
Al-Quran membincang tentang waktu di berbagai ayat dan surat. Sidaknya term-term waktu di Al-Quran dengan beragam term. Al-Qur’an menggunakan beberapa term yang menunjukkan waktu, seperti  waqt,  dahr,  ajal,  sa’ah,  ashr,  dan Hin.

DutaIslam.Com - Allah SWT berkali-kali bersumpah dengan  menggunakan  kata  yang  menunjukkan  waktu-waktu. Term-term tersebut seperti tersurat  dalam  al-Quran Surat al-Lail, al-Fajr, adh-Dhuha, al-Ashr, dan surat lainnya.

Manusia  tidak  dapat  melepaskan  diri  dari  waktu  dan  tempat.  Mereka mengenal masa  lalu,  kini  dan  masa  depan.  Kesadaran manusia  tentang  waktu berhubungan dengan  bulan  dan matahari  dari  segi  peredarannya. Memanfaatkan  waktu  merupakan  amanat  Allah  kepada  makhluk-Nya.

Manusia  dituntut  untuk  mengisi  waktu  dengan  berbagai  amal  dan mempergunakan potensinya. Agama  melarang  mempergunakan  waktu  dengan  sia-sia tanpa ada feadah yang penting. Nampaknya antara waktu dan amal tidak dapat dipisahkan.

Waktu  ada  untuk  beramal  dan  beramal  untuk  mengisi waktu. Amal akan berguna bila dilaksanakan sesuai dengan waktunya. Pun sebaliknya, waktu akan bermakna bila diisi dengan amal. Orang gagal seringkali suka  menyalahkan  waktu  atau mengkambinghitamkan  waktu. Padahal, kegagalan akibat perbuatannya sendiri.

Islam sebenarnya tidak pernah mengenal waktu sial atau waktu untung. Sial dan untung sangat ditentukan oleh baik dan tidaknya usaha seseorang, karena waktu bersifat netral dan waktutidak pernah berpihak pada siapapun.

Sebagaimana dipaparkan di atas, ada beberap term waktu yang disebutkan al-Quran. Di antaranya adalah Waqt. Kata waqt  digunakan dalam batas akhir kesempatan atau peluang untuk menyelesaikan suatu peristiwa sebagaimana termaktub dalam Surat an--Nisa ayat 103.

Allah  memberikan  pesan  bahwa shalat  apabila  dalam  keadaan  normal harus  dilakukan  dengan  memenuhi  syarat  rukunnya  dan  sesuai waktu-waktu yang  telah  ditentukan. Kata  Waqt  memberi  kesan tentang keharusan adanya pembagian teknis mengenai masa yang dialami  sekaligus keharusan  untuk  menyelesaikan  pekerjaan  dalam  waktu-waktu  tersebut,  dan bukannya membiarkannya berlalu hampa (M.  Quraish  Shihab,  Wawasan  al-Qur’an;  Tafsir  Maudlu’i  atas  perbagai  persoalan Umat, 2000).

Kemudia kata dahr. Di dalam al-Quran, Allah SWT menggunakan kata dahr seperi dalam Surat al-Jatsiyah ayat 24. Kata ini digunakan untuk saat berkepanjangan yang dilalui alam raya dalam kehidupan dunia ini,  yaitu sejak diciptakan-Nya sampai punahnya  alam semesta ini.

Dalam  Surat al-Jatsiyah ayat 24 menjelaskan tentang anggapa orang-orang yang tidak beriman bahwa tidak ada kehidupan di akhirat nanti. Mereka menganggap  hidup  dan  matinya hanyalah perjalanan waktu.

Kematian adalah akhir perjalanan wujud manusia dan tidak ada kebangkitan sesudahnya. Kata dahr dalam ayat tersebut memberi kesan bahwa segala sesuatu pernah tiada, dan bahwa keberadaannya menjadikan ia terikat oleh waktu.

lalu, kata ajal menunjukkan waktu berakhirnya sesuatu, berakhirnya usia seseorang, masyarakat atau negara. Hal itu sebagaimana dinyatakan dalam Surat al-A'raf ayat 188. Kata  ajal  memberi  kesan  bahwa  segala  sesuatu  ada  batas  waktu  berakhirnya,  sehingga  tidak  ada  yang  langgeng  dan  abadi  kecuali  Allah  SWT sendiri.

Kata waktu juga diungkapkan dengan kata ashr di dalam Surat al-Ashr. Kata ashr bermakna   waktu  menjelang terbenamnya  matahari  tetapi  juga dapat diartikan sebagai masa secara mutlak. Kata  ashr  memberi  kesan  bahwa  saat-saat yang dialami oleh  manusia  harus  diisi  dengan  kerja  memeras  keringat  dan pikiran.

Sedangkan kata hin dalam Surat al-A'raff ayat 24 dipahami  sebagai waktu  secara  mutlak,  pendek  atau  panjang terkait dengan waktu dan tempatnya.  Ayat ini berisi tentang perintah Allah kepada Adam dan Hawa untuk turun ke  bumi bertempat  tinggal  di  sana  sebagai  tempat kediaman  sementara  dan mencari  kesenangan hidup  sampai  waktu  yang  ditentukan (M.  Quraish  Shihab, 2000).

Kata  hin  memberi  kesan  bahwa  waktu  itu  hanya  saat-saat yang terkait pada pelaksanaan suatu pekerjaan atau peristiwa tertentu saja.

Yang terakhir adalah term sa’ah. Kata sa'ah diungkapkan dalam Surat an-Nahl ayat 61, yang bermakna  akhir  masa  kehidupan  duniawi  serta  kepunahan  alam.

Pada  ayat  ini,  Allah  menjelaskan  bahwa  salah  satu  bukti  hikmah kebijaksanaan  Allah  adalah menangguhkan  hukuman  atas  orang-orang yang berbuat kedzaliman. Kata  sa’ah memberi  kesan  bahwa  waktu  atau  saat  terjadinya  suatu  peristiwa  tertentu  itu sangat terbatas [dutaislam.com/in]

Artikel dutaislam.com

Demikian penjelasan 6 Term Waktu Dalam Al-Quran. Adapun Asbabun Nuzul Surat Al-Ashr, 4 Kriteria Orang yang Tidak Merugi, silahkan baca di artikel berikutnya.

Loading...