Kamis, 14 Maret 2019

10 "Daftar Dosa" Gerakan Khittah 26 NU sehingga Layak Ditentang

Gerakan Khittah 26 NU dan penggagasnya Khoirul Anam (Cak Anam). Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Gerakan Khittah 26 NU adalah benalu yang kini terus getol menguliti PBNU. Isu ingin mengembalikan NU ke Khittah menjadi layak dipertanyakan ulang karena sangat kental dengan politik.

Berikut ini adalah daftar 'dosa-dosa' gerakan Khittah 26 NU sehingga layak untuk ditentang.

1) Salah satu tokoh gerakan Khittah 26 NU Kiai Suyuthi menyebarkan Fitnah bahwa PCNU Lasem lepas dari PBNU. Fitnah akhirnya dibantah Ketua PCNU Lasem Moh Sholahuddin.

2) Menuduh NU telah keluar dari relnya tanpa dasar yang jelas. Bahkan NU disebut taksi yang mudah dipesan orang sesuai kepentingan (Habib Abdullah di Halaqah Khittah NU di Jabar).

3) Tanpa tabayyun, NU dituduh merusak agama (aqidah) dengan lahirnya keputusan Munas Alim Ulama terkiat penyebutan 'muwathinun" bagi Non Muslim (Habib Abdullah di Halaqah Khittah NU di Jabar).

4) Tokoh Khittah NU menuduh PBNU telah menjadikan NU untuk kepentingan mencari uang. Tuduhan yang tidak berdasar tapi dihembuskan di muka umum.

5) Menggelorakan NU kembali Khittah tapi melangar khittah NU yang sudah memiliki aturan organisasi yang jelas. Seharusnya, pihak-pihak yang tidak sepaham dengan PBNU menempuh jalur dan aturan organisasi. Tetapi justru membuat gerakan Khittah 26 NU dan sangat rajin menguliti NU dari luar.

6) Memberi hukuman (ta'dzir) kepada Kiai Ma'ruf Amin dengan cara tidak memilihnya di Pilpres 2019. Hukuman bersifat khayalan dan tidak memiliki dasar sama sekali.

7) Menilai Kiai Ma'ruf Amin mencederai NU karena memilih menjadi Cawapres. Anggapan ini juga tidak berdasar karena secara organisasi Kiai Ma'ruf Amin telah mengundurkan diri sebagai Rais 'Am PBNU.

8) Plin plan. Dalam pertemuan Khittah NU di Jawa Timur 2018, Khoirul Anam (Cak Anam) sebagai penggerak Khittah 26 NU mengatakan, akan menghormati keputusan pribadi Kiai Ma'ruf menjadi Cawapres. Tapi belakakangan digulirkan isu bahwa Kiai Ma'ruf mencederai NU.

9) Menyelamatkan NU dengan cara tidak memenangkan Paslon Jokowi-Amin. Cara ini asal-asalan dan tidak konsisten. Mereka ingin mengembalikan Khittah NU yang tidak berpolitik tapi justru disangkutpautkan dengan politik Pilpres 2019.

10) Cara di atas menunjukkan Khittah 26 NU kental dengan politik. Alasan ini diperkuat oleh arah politik Khoirul Anam yang mendukung Prabowo-Sandi. Fakta menunjukkan bahwa Partai PKNU melebur dengan Gerindra. Didukung juga pemeberitaan duta.co yang merupakan media Khoirul Anam yang terus santer menyerang pemerintahan Jokowi.

Sejak berdiri tahun 1926, NU sudah kenyang dengan fitnah. Dan siapapun yang getol menguliti NU, fantadzirissa'ah, tunggu saja kehancurannya. [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini