Tafsir Ayat-Ayat Lingkungan
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Tafsir Ayat-Ayat Lingkungan

Duta Islam #04
Kamis, 21 Februari 2019
Loading...

Kandungan ayat-ayat lingkungan (greeners.co)
Al-Quran sebagai pedoman hidup umat Islam tidak hanya berbicara tentang persoalan ibadah. Di dalam Al-Quran, terdapat pula ayat-ayat tentang alam. Di antaranya membincang ayat-ayat lingkungan.

Dutaislam. Com -Dengan berpedoman pada ayat-ayat lingkungan, manusia menjalankan peran dan fungsinya sebagai khalifah di bumi. Pemahaman tentang tafsir ayat-ayat lingkungan merupakan kunci bagi umat Islam menjaga bumi dan seisinya.

Di samping itu, ayat-ayat lingkungan juga menjadi dasar dan spirit umat Islam dalam menentukan langkah dan gerakan menjaga lingkungan sesuai asas keislaman. Dalam hal ini, Islam sangat mendorong pemeluknya untuk senantiasa peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Manusia yang diciptakan dengan segenap kelebihan yang diberikan Tuhan, tentunya akan menata kehidupannya, baik lingkungan maupun ala di sekitarnya. Oleh karena itu, Umat Islam harus memahami landasan teologis dari pelestarian lingkungan.

Di dalam Al-Quran, Ada beberapa ayat yang menjadi rujukan dalam memotret komponen penting dari lingkungan, seperti Surat al-Jatsiyah ayat 13, Surat Al-Ra'du, Surat, Surat Ibrahim ayat 32-34. Di antara ayat-ayat lingkungan adalah Surat al-A'raf ayat 56.

وَلا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ بَعْدَ إِصْلاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan).Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al A'raf: 56).

Allah SWT menegaskan kepada umat manusia agar tidak membuat kerusakan di muka bumi. Sebab, Allah SWT telah menciptakan segala hal di muka bumi untuk dipergunakan dengan sebagaimana mestinya dan penuh tanggungjawab. Perilaku yang membawa kepada kerusakan sangat bertentangan dengan apa yang telah diamanatkan ayat tersebut.

Kerusakan yang dimaksudkan ayat di atas meliputi segala aspek kehidupan, baik lingkungan maupun tatanan sosial. Namun pada intinya, prinsip ayat tersebut adalah tidak membuat kerusakan di muka bumi.

Semangat menebar keabjikan di setiap langkah yang dijalankan manusia sesuia dengan spirit ajaran yang dibawa para rasul. Para rasul diutus ke bumi untuk menyebarkan ajaran yang dapat menumbuhkan kesadaran serta kepedulian kepada segala hal, termasuk terhadap lingkungan.

Jadi, apabila umat Islam berbuat kerusakan dengan mengeksploitasi alam secara berlebihan, maka mereka telah menciderai ajaran yang dibawa para rasul.

Kerusakan lingkungan

Persoalan kelestarian lingkungan bukanlah persoalan individu, melainkan sudah menjadi persoalan umum. Faktor terbatasnya sumber daya alam seringkali menjadi penyebab tindakan eksploitasi alam secara membabi-buta.

Al-Quran telah menggambarkan kerusakan yang terjadi di dunia diakibatkan ulah manusia sendiri. Manusia berpikir bahwa alam berada di luar dirinya. Paradigma seperti ini sangat berbahaya. Sebab, pemikiran tersebut akan menghantarkan sikap eksploitatif dan serampangan.

Gambaran tentang kerusakan yang terjadi disebabkan manusia diabadikan dalam Surat ar-Rum ayat 41.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (QS. ar-Rum: 41).

Secara tegas, Surat ar-Rum ayat 41 menjelaskan beragam fenomena rusaknya lingkungan di laut atau darat, bermula dari ulah tangan manusia yang tidak bertanggungjawab. Berangkat dari ayat tersebut, manusia hendaknya menyadari akibat dari perbuatan yang dilakukannya. Sehingga, mereka akan menimbang secara matang-matang sebelum melakukan sebuah tindakan.

Kalau melihat dari diksi dalam Surat ar-Rum ayat 41, Allah menggunakan Kata ظهر. Kata ظهر bermakna fenomena yang terjadi di permukaan bumi. Fenomena tersebut dapat disaksikan jelas oleh banyak orang.

Adapun kata الفساد bermakna terjadinya sesuatu yang keluar dari keseimbangan sistem. Ketika segala hal keluar dari rule yang berlaku, maka akan terjadi kerusakan, baik hal yang berhubungan dengan alam, jasmani ataupun lainnya (Quraish Shihab, 2005).

Prof. Dr. Quraish Shihab mensinyalir bahwa Surat ar-Rum ayat 41 mengisyaratkan tentang kerusakan lingkungan. Sebab secara jelas, Allah SWT menyebutkan adanya kerusakan di daratan dan lautan. Jika tempat berpijak manusia mengalami kerusakan, maka keseimbangan kosmopolitan jadi kacau.

Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan harus digalakan secara masif. Bumi, lautan dan segala yang ada di muka bumi bukan untuk dirusak. Akan tetapi, untuk dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. [dutaislam/in]

Artikel dutaislam.com

Demikian penjelasan tafsir ayat-ayat lingkungan. Adapun asbabun nuzul Surat  Ali Imran ayat 134, 159, silahkan baca di artikel berikutnya.

close
Banner iklan disini