Pengajian Gus Muwafiq Dirusuhi, Kapolda: Mereka Belum Berkuasa Sudah Mau Sewenang-wenang
Cari Berita

Advertisement

Pengajian Gus Muwafiq Dirusuhi, Kapolda: Mereka Belum Berkuasa Sudah Mau Sewenang-wenang

Duta Islam #02
Kamis, 28 Februari 2019

Screenshot setelah acara pengajian Gus Muwafiq di di Sri Mersing Kota Tebing Tinggi, Sumut.
DutaIslam.Com - Tabligh Akbar dan Tausiah Kebangsaan dalam rangka memperingati hari Lahir ke-93 Nahdlatul Ulama (NU) di Sri Mersing Kota Tebing Tinggi, Sumut, Rabu (27/2/2019) dirusuhi delapan orang dari Front Pembela Islam (FPI). Dalam pengajian keagamaan yang diisi Gus Muwafiq itu, mereka mengacungkan dua jari dan meneriakkan 'ganti presiden'.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, yang juga turut hadir dalam pengajian tersebut juga angkat suara. "Mereka belum berkuasa sudah mau sewenang-wenang," ujarnya setelah acara, sebagaimana dalam rekaman video yang diposting Richard Gamaliel, Rabu (27/02/2019). Berikut linknya: https://www.youtube.com/watch?v=GooKzhYpL6w&feature=youtu.be

Agus juga menegaskan, bahwa tindakan demikian tidak boleh dibiarkan dan harus dilawan."Negara ini milik kita bersama, negara ini bukan berdasarkan agama yang sesuai penafsiran mereka sendiri," tandasnya.

"Saya umat Islam, saya tahu aturan, saya tahu juga ajaran Islam. Jadi jangan sewenang-wenang di negara ini," imbuh Kapolda.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, saat Gus Muwafiq memberikan tausiyah, datanglah Suhairi alias Gogon dan rekannya yang berasal dari FPI. Mereka berusaha masuk ke lokasi kegiatan dan ingin membubarkan acara itu.

Menurut Tatan, komplotan FPI merasa tidak terima atas kegiatan tabligh akbar tersebut. Parahnya, mereka juga menyebut kegiatan itu sesat. Tak hanya itu, ada salah satu teman Suhairi yang menyampaikan kalimat "bubar semua.. bubar semua". Mereka datang mengenakan baju #gantipresiden.

"Pas mereka masuk, bajunya itu ditutupi, tapi saat berada di dalam, baju luarnya dibuka. Jadi mereka pakai dua baju. Kemudian mereka juga acungkan dua jari. Orang kegiatan agama kok, apa hubungannya dengan itu?" ujarnya.

Petugas pengamanan berupaya mengingatkan dan meminta Suhairi agar tidak membuat keributan dan kegaduhan. Mereka juga berusaha menghalau dan mengingatkan para perusuh agar tidak masuk ke dalam areal kegiatan.

"Tetapi mereka semakin berteriak-teriak, minta acara itu dibubarkan dan memaksa Ibu-ibu yang ikut pengajian tersebut untuk berdemo. Tapi ditolak oleh ibu-ibu ajakan tersebut. Mereka tidak terima dan terus membuat kekacauan dan provokasi untuk membubarkan acara tersebut. Mereka juga mendorong-dorong personel kita," ujarnya.

Akhirnya, Polres Tebing Tinggi mengamankan sebanyak 8 orang. Selain Suhairi, Syahrul Amri Sirait (Ketua DPC FPI Padang Hilir), Muhammad Fauzi Saragih (simpatisan FPI, Muhammad Husni Habibie (Wali Laskar FPI). Kemudian Anjas (Simpatisan FPI), Arif Darmadi (Anggota DPC FPI Tebingtinggi), Amirudin Sitompul (Panglima Jihad FPI), Suhairi alias Gogon (Anggota FPI / Mantan Ketua DPC FPI Padang Hilir) dan Oni Qital (Kadiv Aksi Front Mahasiswa Islam). [dutaislam.com/gg]

close
Banner iklan disini