Menjadi Pembahasan Munas Alim Ulama NU, Ini Ngerinya Sampah Plastik di Indonesia
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Menjadi Pembahasan Munas Alim Ulama NU, Ini Ngerinya Sampah Plastik di Indonesia

Duta Islam #02
Rabu, 20 Februari 2019
Loading...

Ngerinya sampah plastik di Indonesia (Foto: Tirto.id)
DutaIslam.Com - Salah satu persoalan yang akan dibahas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU, adalah persoalan sampah plastik yang kian mengkhawatirkan.

Dilansir Viva.co.id (08/12/2018), Pemerhati lingkungan perairan di Australia, Ocean Crusaders pernah membuat daftar peringkat negara-negara yang mencemarkan laut dengan sampah plastik terbanyak. Paling atas diduduki China, disusul Indonesia dan Filipina.

Dari data mereka ditemukan jumlah sampah plastik yang tidak dikelola dengan benar di Indonesia mencapai lebih dari 3 ton metrik per tahunnya. Sebuah penelitian lain yang dirilis University of Georgia menyebutkan, Indonesia termasuk dalam 10 besar negara penyumbang sampah plastik terbanyak ke laut dengan perkiraan 0,48-1,29 juta metrik ton per tahun.

Bulan Juni 2018, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga pernah mengeluarkan rilis soal sampah plastik yang terus menimbun. Dalam rilisnya, Kementerian LHK mengatakan, timbunan sampah plastik di Indonesia diperkirakan mencapai 24.500 ton per hari atau setara dengan 8,96 juta ton per tahun.

Data KLHK di bulan tersebut menyebutkan, kurang lebih 9,8 miliar lembar kantong plastik digunakan masyarakat Indonesia setiap tahunnya. Dari jumlah itu, hampir 95 persen menjadi sampah. Kondisi ini sangat berbahaya, karena sampah plastik butuh ratusan tahun untuk terurai ke lingkungan.

Selain persoalan sampah plastik, Munas Alim Ulama yang akan digelar pada 27 Februari - 1 Maret 2019 di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo Kujangsari, Langensari, Kota Banjar tersebut, juga akan membahas persoalan stem cell dan monopoli sumber air. [dutaislam.com/gg]

close
Banner iklan disini