Senin, 19 November 2018

Sejarah Tanah Tumpah Darah Nabi - Tafsir Al-Balad KH Muhammadun Pati

KH Muhammadun Pondoan Pati, Jateng
DutaIslam.Com - Dalam menjelaskan surat Al-Balad (Makkiyah), yang jumlah ayatnya ada ada 20, kalimatnya 28 serta jumlah hurufnya ada 320, (alm.) KH Muhammadun, Pondoan, Pati, menjelaskan pentingnya Kota Makkah sehingga dijadikan sumpah oleh Allah Subhanahu wa ta'ala.

"Makkah itu tempat turunnya rahmat. Sehingga Kanjeng Nabi ketika dalam kandungan dan dilahirkan, juga di Makkah, menerima amanat kenabian dan kerasulan, ya juga (ketika Nabi, red) di Makkah. Jadi, Makkah adalah tanah air Kanjeng Nabi Muhammad," terang Mbah Madun dalam pengajian di era 70-an, dalam sebuah rekaman audio yang sudah beredar di Duta Islam TV.

Selain itu, Makkah itu adalah tanah mulia, yang saking mulianya, rumput pun dilarang dicabut, hewan buruannya tidak boleh diganggu, "siapa saja yang masuk ke Makkah, harus aman, karena meskipun ketika dia di luar Makkah saling bunuh, begitu masuk ke tanah Makkah, tidak boleh diganggu, tidak boleh dibalas di situ serta tidak boleh dihukum di sana pula," jelas kakek Gus Ulil Abshar Abdalla ini, waktu itu.

Itulah salah satu alasan mengapa Surat yang berisi konten kemuliaan Kota Makkah itu disebut sebagai Surat Al-Balad (Sebuah Negeri). Meski begitu, Makkah juga jadi saksi kejahatan pemimpin Quraish yang memusuhi Nabi Muhammad SAW di awal beliau memperjuangkan Islam.

Salah satu ayat Surat Al-Balad yang berbunyi:

وَأَنْتَ حِلٌّ بِهَٰذَا الْبَلَدِ

Arti dan tafsirnya:
"(Dan kamu) hai Muhammad (halal) maksudnya dihalalkan bagimu (kota ini) artinya Dia menghalalkannya untukmu melakukan peperangan di dalamnya untuk melawan orang-orang musyrik. Allah memenuhi janji-Nya itu pada waktu penaklukan kota Mekah. Ayat ini merupakan Jumlah Mu'taridhah yang terletak di antara Qasam yang pertama dengan Qasam yang selanjutnya." (Tafsir Jalalain, QS. Al-Balad: 2).

Seberapun besar kesulitanmu, kata Allah, seperti dijelaskan Mbah Madun, kamu (Muhammad) akan menang (futuh) dan akan bahagia di Makkah. Maka, dengan ayat ini, karena ada kalimat "halal" di dalamnya, Nabi pun diperbolehkan untuk melakukan perang. "Tapi ketika terjadi futuhnya Makkah," urai Mbah Madun.

Dulu, ketika Nabi masih berjuang sendirian, jatuh bangun menyebarkan agama Islam, tak ada satupun yang menyambutnya. Tapi begitu terjadi futuh Makkah, orang banyak memeluk agama Islam. Inilah yang dijelaskan oleh KH Muhammadun untuk surat Al-Balad. Selengkapnya silakan dengarkan ngajinya via video audio di channal Duta Islam TV. [dutaislam.com/ab]


Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini