Jumat, 09 November 2018

Habib Saleh Abdullah: Di Malaysia, Menyimpan Bendera HTI Dipenjara 30 Bulan

Ar-Royah dan Al-Liwa Bendera HTI
DutaIslam.com - Habib Saleh Abdullah, yang sekarang jadi Wakil Ra'is Syuriah PWNU Kalimantan Selatan menyayangkan sikap anarkhis para pembela Habib Rizieq Shihab (HRS) yang menyebut rezim di Indonesia anti kepada Islam dan ulama.

Tapi anehnya, ketika HRS tertangkap foto ada bendera Al-Liwa dan Ar-Royah di rumahnya Saudi sana, mereka tidak menyebut Saudi anti Islam. Menurut Habib Saleh Abdullah, tidak ada pemerintahan di dunia ini yang warganya lebih bebas mengekspresikan agamanya daripada Indonesia. 

"Di Saudi Habib Rizieq karena di depan rumahnya ada terpasang bendera itu sempat di interogasi polisi Saudi. Di Malaysia seorang WNI dipenjara 30 bulan karena kedapatan menyimpan foto bendera Tauhid/Hizbut Tahrir. Hanya menyimpan benderanya," tandasnya, Kamis (08/11/2018).

Ia juga menyatakan, di Indonesia ribuan orang menyimpan dan mencetak secara besar-besaran bendera Tauhid/Hizbut Tahrir, bahkan mengibar-ngibarkannya dengan parade demo besar-besaran, tidak ada yang ditangkap.

Dengan nada yang lebih serius, Habib Saleh membandingkan Indonesia yang lebih bebas ber-ekpresi soal kehidupan beragama, "mau Maulidan, Haulan pakai speaker segede pintu monggo, mau adzan sekeras mungkin monggo, mau bikin pengajian nutup jalan ya monggo, malah dijagain polisi," imbuhnya.

"Coba bikin gituan di Saudi atau negara-negara lainnya. Apakah dibolehkan atau diijinkan? Rukun Islam yang mana atau Rukun Iman yang mana yang dilanggar oleh pemerintah ini?" Ujarnya, dengan nada lebih tinggi.

Mereka ini, lanjut Habib Saleh, adalah korban provokasi ulama yang yang punya kepentingan politik saja. Sayangnya, sedikit sekali di antara mereka yang mau berfikir. Mereka sudah mampu mempengaruhi awam bahkan mengadu domba ulama kita.

Mereka merupakan kelompok Radikal Islam sampai hari ini masih berani dengan memberikan perlawanan. Kita jangan lengah, termakan isu persatuan ala mereka.

"Sebagian ulama dan habaib kita banyak yang terpengaruh mereka. Ini disebabkan kurangnya membaca sejarah dan kondisi global, sehingga mereka mudah larut serta menerima gerakan Islam radikal yang dibungkus dengan dalil dibalik topeng agama," pungkasnya. [dutaislam.com/ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini