Jumat, 09 November 2018

Digemari Warga Semarang, Suwuk Aswaja NU Jadi Sarana Makmurkan Masjid

Suwuk Aswaja NU di Semarang jadi cara Memakmurkan masjid. 
DutaIslam.com - Ratusan warga Kota Semarang mengikuti pengobatan massal dengan metode suwuk ala Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) di Masjid Jami' Jatisari, Mijen, Sabtu (13/10/2018) malam.

"Ruqyah Aswaja adalah metode pengobatan yang sanadnya dari Rasulullah SAW. Ruqyah sering disebut juga suwuk atau jampi-jampi dari kiai," kata Ketua Jam'iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) NU Jawa Tengah, Ali Shodiqun.

Gus Ali melanjutkan bahwasanya ruqyah atau suwuk ini menggunakan Al-Qur'an sebagai syifa' atau obat. Menurutnya al Qur'an dapat digunakan sebagai sarana penyembuhan.

"Kami hanya berikhtiar dengan Al-Qur'an dan sholawat. Toh, pada akhirnya pasien berbagai penyakit bisa sembuh adalah segalanya berasal dari kuasa Allah SWT.," terang Gus Ali yang juga pengasuh Ponpes Al Istiqomah Weleri Kendal ini.

Sementara Takmir Masjid Jatisari Yasir Alimi, Phd yang juga Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah menyampaikan bahwa Al Qur'an merupakan obat utama penyakit yang sering dilupakan masyarakat Islam kota.

"Masyarakat Islam kota kerap lupa bahwa Al-Qur'an adalah obat. Ketika semua usaha sembuh mentok, baru ingat al Qur'an. Semestinya al Qur'an yang utama. Walaupun pengobatan lain juga sangat penting," terang Yasir Alimi.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga setempat. Menurut Mahbub Zaky atau yang akrab disapa Gus Boby, kegiatan yang diselenggarakan di kompleks masjid ini menjadi momentum bagi warga untuk memakmurkan masjid.

"Masjid harus dimakmurkan. Diramaikan dengan aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan. Pengobatan ruqyah ini tak semata pengobatan, tetapi dakwah, pengajian, dan pengajaran, bagi masyarakat kota untuk terus ingat kepada Allah SWT di tengah kesibukan yang padat," kata Gus Boby.

Sekjen Majelis Dzikir Hubbul Wathon ini berharap melalui pengobatan suwok NU ini warga yang hadir diberikan kesembuhan dan sekaligus dapat meningkatkan keimanannya.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Sholawat Jatisari ini, kata Heru Bravo selaku ketua panitia, didukung oleh Lindu Aji Genuk dan Lambangrojo Mijen yang membantu tim evakuasi pasien dan pengamanan. Juga GP Ansor dan Banser setempat. [dutaislam.com/ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini