Senin, 19 November 2018

Cara Terbaik Mencintai Uang - KH Muhammadun Pondoan Pati

KH Muhammadun Pondoan, Pati, Jawa Tengah
DutaIslam.Com - KH Muhammadun (alm), Pondoan, Pati, Jawa Tengah, dalam sebuah rekaman ngaji pada era 70-an mengulas cara terbaik mencintai uang ketika menerangkan tafsir Surat Al-Fajr ayat ke-14. Keterangan beliau sangat menarik.

Kiai yang dikenal sebagai ahli Nahwu di Jawa zaman itu menjelaskan pentingnya umat Islam memiliki harta tapi harus cermat menggunakannya.

"Jadi kita umat Islam harus punya uang, harus mencari uang," demikian kata Mbah Madun saat menerangkan ayat ke-14 dari Surat Al-Fajr dalam sebuah video 30-an menit semasa beliau masih hidup.

Tidak ada kebaikan bagi mereka yang tidak suka kepada uang (harta). Hadits ini akan membuat kita bingung jika tidak teliti. "Duit yang digunakan untuk bertaqwa kepada Allah, itu harus dicintai," jelas Mbah Madun dalam bahasa Jawa.

Simbah Gus Ulil Abshar Abdalla tersebut menjelaskan dengan keterangan berbahasa Arab yang artinya, kenikmatan yang bisa digunakan sebagai sarana menolong kegiatan untuk bertaqwa kepada Allah adalah uang (harta).

Menurutnya, kita semua tidak akan bisa shalat dan apalagi sedekah bila tidak punya uang. Tanpa harta, umat Islam juga tidak bisa membangun sebuah masjid, mushalla, pondok pesantren dan lainnya. "Ni'mal aunu ala taqwa Allah al-maal," tandasnya.

Namun, Mbah Kiai Muhammadun memberikan catatan, meski umat Islam diminta supaya suka harta, tapi jangan sampai buta kepadanya. Kalau sudah buta, terang Mbah Madun, akan membuat pemilik harta menjadi budeg (tuli) dan picek (buta).

"Sia-sia semua kalau sampai seperti itu," imbuhnya, "kalau sudah buta, setan justru akan mendekat dan menakut-nakuti dengan kemiskinan "kalau kamu sedekahkan, nanti anakmu makan apa, jangan", begitu kata setan," ulas Mbah Madun. Berikut penjelasan beliau yang sudah dimuat di Youtube.


Orang berharta yang tidak bertaqwa, takut kehilangan uangnya itulah yang disebut Mbah Madun tidak punya iman dan populer disebut kikir (pelit). Orang seperti ini diibaratkan Mbah Madun seperti manusia yang habis membuang kotoran, kotorannya diambil lagi karena saking pelitnya. [dutaislam.com/ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini