Jumat, 07 September 2018

Orientasi Keaswajaan, Unwahas Bentengi Mahasiswa dari Paham Radikalisme

Mahasiswa Unwahas mengikuti Orientasi Keaswajaan yang bertajuk "Meneguhkan Peran Unwahas dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Berlandaskan Paham Aswaja An-Nahdliyah"
DutaIslam.Com - Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang dalam rangka membentengi mahasiswa baru dari paham radikalisme menggelar “Orientasi Keaswajaan Bagi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2018/2019” yang di tempatkan di kampus setempat, Selasa-Ahad (4-9/9/2018).

Orientasi Keaswajaan yang bertajuk "Meneguhkan Peran Unwahas dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Berlandaskan Paham Aswaja An-Nahdliyah" ini sudah dilaksanakan untuk kedua kali. Kegiatan diikuti seluruh mahasiswa baru berjumlah 2061 dan dibagi menjadi 6 kelas.

Adapun materi yang disampaikan di antaranya pengertian dan sejarah aswaja, prinsip - prinsip aswaja NU, NU NKRI dan tantangan kontemporer, tradisi amaliyah NU dan dalilnya, serta Aswaja dalam berbagai bidang keilmuan. Sedangkan pembicara dari Rektor, Wakil Rektor 1, 2, 3 dan para dosen Unwahas.

Wakil Rektor 3, H. Andi Purwono mengatakan Orientasi Keaswajaan dilatarbelakangi semakin berkembangnya berbagai macam aliran atau kelompok radikal. “Juga sebagai wahana untuk memperkenalkan seperti apa aswaja / NU yang menjadi dasar ideologi Unwahas,” kata Andi.

Kesempatan itu dia menjelaskan selain bertujuan untuk memperkenalkan paham aswaja kepada mahasiswa baru juga memberikan pemahaman tentang aswaja sehingga mahasiswa terbentengi dari gerakan paham lain terlebih paham radikalisme.

Andi Purwono saat mengisi materi Prinsip-prinsip Aswaja NU kepada mahasiswa baru mengemukakan bahwa perbedaan merupakan sunatullah. Perbedaan lanjut dia bukan menjadi sumbu untuk menyulut perselisihan apalagi pertengkaran karena itu pasti kerugian yang didapat.

“Untuk itu dibutuhkan cara atau sikap agar dapat menerima berbagai bentuk perbedaan sehingga kedamaian dapat tercipta,” tandas Andi.

Sehingga salah satu prinsip yang dipegang teguh NU yakni tawasuth, toleran, atau moderat. Dia berharap dengan orientasi tersebut mahasiswa Unwahas menjadi tahu dan paham apa itu aswaja, NU ataupun prinsip serta kiprah NU di Indonesia bahkan di dunia.

Irvan, mahasiswa baru dari Fakultas Pertanian menyatakan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat,  karena memberikan gambaran seperti apa kampus Unwahas.

“Kampus Unwahas merupakan kampus yang didirikan oleh Ulama dan kiai NU sehingga nilai-nilai amaliyah NU menjadi napas dan terkristalisasi pada semua mahasiswa Unwahas,” pungkasnya. [dutaislam.com/ip/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini