Selasa, 18 September 2018

KH Marzuki Mustamar: Pilihan Pilpres Bukan Kesepakatan Orang Islam, Jangan Mengkafirkan

KH Marzuki Mustamar saat ngaji rutin Sabtu malam Ahad di Musholla PWNU Jawa Timur.
DutaIslam.Com - Jelang berlangsungnya pilihan presiden (pilpres) yang akan berlangsung pada 2019 nanti, kisah yang hampir sama pada tahun 2014 bisa jadi kembali terulang. Hal ini semakin menjadi-jadi sejak dua kubu yang sama kembali mencalonkan diri masing-masing. Alhasil saling ejek antar pendukung dari kedua belah pihak calon presiden di kontes 2019 ini tak bisa terelakkan.

Menyikapi hal ini, KH Marzuki Mustamar di saat ngaji rutin Sabtu malam Ahad yang bertempat di Musholla PWNU Jawa Timur berpesan kepada seluruh hadirin yang mengikuti kegiatan ngaji pada kesempatan itu agar tetap bisa menjaga suasana kondusif di tengah-tengah masyarakat.

“Jangan sampai hanya karena salah ucap, salah bersikap, kita masih merasa Islam, namun oleh Allah kita sudah dianggap kafir. Kalau menurut Allah tidak kafir, lalu kita kafirkan, kita murtadkan. Maka yang menjadi murtad adalah yang mengafirkan. Termasuk beda pilihan presiden,” pesan Kiai Marzuki, Sabtu (15/09/2018).

Menurut Ketua PWNU Jawa Timur ini, kebenaran memilih salah satu calon presiden dan wakilnya merupakan kebenaran ijtihadi, bukan termasuk kebenaran qath’i.

“Itu bukan ijma’ul muslimin (kesepakatan orang Islam. red). Bukan kebenaran yang berdasarkan nash dalam Alquran,” jelasnya.

Kiai Marzuki mengingatkan, agar tidak mudah mengkafirkan orang lain gara-gara perbedaan pilihan dalam berpolitik.

"Jadi tidak boleh bahwa orang yang memilih salah satu calon mengafirkan orang memilih calon lainnya. Termasuk juga adalah orang yang dulunya memilih Jokowi kemudian memilih Prabowo atau sebaliknya, kemudian dianggap murtad, dianggap bajingan. Jangan seperti itu,” tuturnya.

“Barangkali ada teman yang pro salah satu pihak kemudian mengafirkan pendukung pihak satunya, mari kita ingatkan. Demi keselamatan kita agar tidak su’ul khatimah,” tambah Kiai Marzuki.

Selain itu, Kiai Marzuki juga mengingatkan bahwa keutuhan bangsa dan negara itu lebih penting sehingga semua pihak yang ada harus bisa menjaga keutuhan ini.

“Beda pendapat tapi tetap utuh itu jauh lebih baik daripada sama pendapat tapi bertikai,” pungkasnya. [dutaislam.com/hanan/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini