Senin, 17 September 2018

Grebeg Suro Kelurahan Wates, Warga Arak Hasil Panen, Ibu-Ibu Joget Seru

Ibu-Ibu Desa Wates Bringin Berjoget Seru dalam Grebeg Suro Desa Wates Bringin Semarang, Ahad (16/09/2018). Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com – Warga Kelurahan Wates Bringin Ngaliyan Semarang menyambut meriah Bulan Muharram. Sejumlah kegiatan digelar yang akan berlangsung hingga 10 Muharram atau Rabu (19/09/2018) mendatang. Acara rutin tahuan tersebut sekaligus memperingati Haul Akbar sesepuh yang dianggap berjasa bagi warga desa, khususnya Mbah Renteng yang makamnya terletak di kawasan tersebut.

Grebeg Suro dan Haul Akbar dimulai dari kegiatan karnaval dan arak-arakan yang digelar di sepanjang jalan desa, Ahad (16/09/2018). Seluruh warga berkumpul, perwakilan masing-masing RT serta pihak-pihak terkait unjuk kebolehan. Ada yang membawa musik sejenis drumband, ada yang membuat repelika hewan unta, ada yang hanya berdandan cantik, dan ada juga menabuh rebana. Sebagian lainnya, membuat gunungan yang terbuat dari buah-buahan dan sayuran hasil panen. Semuanya diarak melewati rute yang telah ditentukan.


Sambil berjalan, sebagian berlenggak-lenggok mengikuti irama musik yang mengiringi. Termasuk sekolompok ibu-ibu yang mengenakan seragam warna-warni. Mereka terlihat asik menari sepanjang jalan.

Arak-arakan dimulai dari kawasan RW 2 kemudian berjalan melewati RT 08, kemudian RW-04 yang melewati kawasan RW 6. Arak-arakan berakhir di RT 8. Di sana, buah-buahan yang semula diarak lalu dimakan bersama.

Panitia sekaligus Ketua RW H. Kholawi mengatakan, kontestan arak-arakan berjumlah 16 kelompok. Mereka perwakilan dari masing-masing RT dan lembaga-lembaga di Desa Wates. Selain itu, partisipasi dari masyarakat sekitar seperti dari Bringin dan Gondorio.


“Ada 16 kotestan. Dari RT 10 tim, kemudian dari Desa Bringin ada 2 tim, dan 4 tim dari yayasan,” katanya kepada dutaislam.com.

Kholawi menjelaskan, kegiatan tersebut dalam rangka menyambut bulan Muharram dan Grebeg Suro sekaligus Haul Akbar sesepuh desa yang telah meninggal dunia, khususnya Mbah Renteng. Menurutnya, kegiatan serupa sudah berlangsung sejak 10 tahun silam yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

“Puncak acara nanti tanggal 10 Suro yang kami peringati dengan acara Tahfiddzul Qur’an dan tahlil bersama. Malam hari akan ada santutan anak yatim dan wayang kulit semalam suntuk,” jelas Kholawi.

Menurut Kholawi, kegiatan tersebut sebagai bentuk syukur kepada Allah atas seluruh nikmat-nikmat, seperti halnya hasil panen yang melimpah. Dia juga berpesan terus meningkatkan dan memeriahkan acara tersebut demi terciptanya kebersamaan satu sama lain.

“Kita bersyukur kepada Allah atas nikmat. Ini perlu ditingkatkan dan dihidupkan. Karena kebersamaan, maka kita bisa. Kalau kita bareng-bareng semuanya tidak akan bisa terlaksana,” ujarnya. [dutaislam.com/pin].

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini