Kamis, 20 September 2018

Di Kalbar, Ada yang Mengatasnamakan Orang Melayu Provokasi Agar Kirab Ansor Ditolak

Status Agus Setiadi / akun Agus Putra
DutaIslam.Com - Ketua Persatuan Orang Melayu (POM), Agus Setiadi, menyatakan penolakannya atas Kegiatan Kirab Satu Negeri Ansor Pada 6-14 Okt 2018 di Kalimantan Barat.

Ia menuding bahwa Ansorlah yang menolak Ustadz Abdul Somad di beberapa tempat di Jawa. (Padahal tuduhan ini tidak terbukti, apalagi model penolakan dengan jalan kekerasan).

"Persatuan Orang Melayu (POM Kalbar) dengan TEGAS Menolak Kegiatan Kirab Satu Negeri Ansor Pada 6-14 Okt 2018 di Kalbar karena Bisa Memancing Kemarahan Puak Melayu dan Ummat Islam. Kami tidak mau terjadi Gesekan Fatal Horizontal di Masyarakat. Kami satu hati satu rase dg saudara2 kami di Sumatera, Riau dan Daerah lain yg Menolak Kehadiran dan Kegiatan Ansor Pusat di daerahnya Masing2. HATI kami masih SANGAT LUKA atas Penolakan Ansor terhadap Syiar Dakwah Ustad Tuan Guru Abdul Somad di Tanah Jawa beberap waktu lalu. Jika kegiatan masih tetap ngotot dilaksanakan maka kami tak tanggung jawab jika terjadi sesuatu hal dan gejolak massa di Kalimantan Barat yg telah Sejuk ini," kata Agus, diposting akun facebook Agus Putra, Rabu (19/09/2018).

Mengetahui pernyataan tersebut, akun Indra Sanggau Berkat, menilai penyataan tersebut merupakan provokasi. Ia merasa tidak terima POM mengatasnamakan orang Melayu, karena ia masih keturunan Raja Sanggau.

"Saya keturunan Melayu asli. Marga saya Abang, asli keturunan Raja Sanggau.. Saya akan hadang kalau kalian kira Melayu cuma kalian.. siapapun yang mengganggu kenyamanan di tempat kami, saya siap menghadapi kalian," tulis Indra Sanggau Berkat.

Namun beberapa saat kemudian, komentar Indra tersebut hilang di akun Agus Putra. Redaksi Dutaislam.com mendapat kiriman screenshot komentar tersebut:


Sumber Dutaislam.com, warga Pontianak-Kalbar, Ahmad mengatakan, POM bukanlah representasi orang Melayu, yang benar adalah Majelis Adat Budaya Melayu (MABM).

Kepada Dutaislam.com, Ahmad membagikan track record POM dengan berita ini: (Link)

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Ketua Umum Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalimantan Barat, Prof Dr Chairil Effendy, menegaskan, pihaknya tidak pernah memberikan izin penggunaan Rumah Adat Melayu sebagai tempat perkumpulan massa Persatuan Orang Melayu (POM) pada aksi 20 Mei 2017 mendatang.

“MABM tidak pernah mengeluarkan izin penggunaan Rumah Budaya Melayu sebagai tempat perkumpulan masa demonstrasi yang konon akan dilaksanakan tanggal 20 Mei 2017 sebagai tersebar di sosial media,” kata Chairil saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (8/5).

Ia mengakui, justru tidak mengetahui organisasi masyarakat yang akan menggelar aksi informasinya akan menurunkan massa sekitar 20 ribu orang tersebut. Pihak POM pun tidak ada melakukan pembicaraan dan koordinasi langsung dengan MABM.

“Apakah atas nama POM atau atas nama organisasi lain saya tidak tahu, yang jelas kami tidak pernah memerintahkan, malah kami mengimbau, kalau ada demo tentu kami tidak bisa melarang, silakan lakukan demo tapi dengan cara-cara yang beradap dan menjunjung tinggi nilai-nilai moralitas dan kebudayaan agar semuanya tetap terkontrol dengan baik,” pungkasnya.

"Saya asli Pontianak, Kalbar lho," kata Ahmad menegaskan lagi. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini