Senin, 10 September 2018

Banser Diberitakan Suaranasional.com Tolak Dikirim ke Papua, Ternyata Cuma Fiktif Belaka

Banser saat Apel Kebangsaan. (Foto: istimewa)
DutaIslam.Com - Portal berita Suaranasional.com, Kamis (06/09/2018), memuat berita yang berjudul: "Sebagian Banser Menolak Dikirim ke Papua Gebuk OPM." Setelah ditelusuri, ternyata narasumber berita tersebut hanyalah fiktif belaka.

Dalam berita tersebut, Suaranasional.com mengambil tiga narasumber yang disebutnya anggota Banser, yaitu anggota Banser Kabupaten Kudus Kang Saad (43), dari Welahan Demak Nasih (35), dan dari Sayung Demak Yatno (33). Berikut isi berita selengkapnya:

Beberapa anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menolak untuk dikirim ke Papua menghadapi Organisasi Papua Merdeka (OPM). 

Suaranasional mendapat sebagaian jawaban seperti itu melalui sebuah wawancara. Anggota Banser Kabupaten Kudus Kang Saad (43) tidak setuju dikirim ke Papua. “Itu tugas TNI dan Polri bukan Banser,” ungkapnya. 

Kang Saad yang sehari-hari berprofesi sebagai guru madrasah ini menilai opini yang meminta Banser dikirim ke Papua sebuah pembodohan dan ingin mencitrakan sayap kepemudaan NU itu buruk. 

“Ini hanya perang opini dan tidak perlu ditanggapi. Kalau menanggapi sama gilanya,” jelasnya.

Anggota lainnya dari Welahan Demak Nasih (35) mengatakan, opini yang meminta Banser dikirim ke Papua itu upaya mencitrakan buruk. “Kita cinta tanah air, tetapi tidak harus berperang melawan OPM. Ada UU yang mengatur,” paparnya. 

Yatno (36) anggota Banser dari Sayung Demak tidak mempermasalhkan sayap kepemudaan NU Itu dikirim ke Papua. “Kami siap saja, tentu ada persiapan khusus mulai fisik maupun rohaniah seperti amalan-amalan doa untuk keselamatan,” pungkasnya.

Setelah ditelusuri, Senin (10/09/2018), dari keterangan Ansor Kudus, Sahabat Arif Muta'in dan Sahabat Saiful Anas, Suaranasional.com ternyata suka mencatut narasumber ketua Ansor kudus, Sahabat Sarmanto.

Sahabat Syafiq, Banser Mijen, Demak.
Keterangan dari Banser Mijen Demak, Sahabat Syafiq, didapatkan keterangan hasil lacak pribadi dan tim Banser, tidak ada Banser bernama Nasih (35) di Welahan yang dekat Demak (Mijen).

Di Sayung, Kang Syafiq juga menyatakan tidak ada Banser bernama Yatno (36) seperti dikutip Suara Nasional.

"Nama yang tercantum dalam berita tersebut adalah nama fiktif," tutur Syafiq, mantan ketua IPNU PC Demak yang Banser Mijen. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini