Rabu, 29 Agustus 2018

Teori HTI Mirip PKI, Tapi Prakteknya Jauh dari Kenyataan

Bendera khas HTI berkibar pada acara karnaval HUT RI ke 73 di Slawi, Kabupaten Tegal, 28 agustus 2018. Diposting oleh akun Syarifudin Syarifudin, Rabu (29/08/2018).
DutaIslam.Com – Hisbut Tahrir Indonesia (HTI) telah dibubarkan secara organisasi. Tapi gerakannya masih terlihat di lapangan dengan mendompleng kelompok atau pihak tertentu untuk menciptakan chaos dan ketegangan.

Mantan Ketua HTI Bangka Belitung (Babel) Ayik Heriyansyah menyoroti gerakan-gerakan HTI tersebut. Menurutnya, HTI mengadopsi pendapat bahwa untuk meraih kekuasaan demi tegaknya Khilafah dibutuh suasana vacuum of power (chaos). Serangan-serangan opini HTI kepada penguasa, menurut Ayik, selain untuk mendelegitimasi penguasa juga memutus hubungan kepercayaan umat kepada penguasa. HTI juga menciptakan menciptakan suasana chaos.

“Mereka menyebutnya suasana nushrah. Suasana di mana terjadi vacuum of power pada saat yang sama muncul tuntutan umat yang diorganisir HTI untuk mendirikan Khilafah,” ujar Ayik kepada Dutaislam.com, Rabu (29/08/2018).

HTI juga melakukan gerakan mempengaruhi dewan jenderal. Dan dalam keadaan chaos atau vacuum of power inilah dewan jenderal yang telah dibina HTI siap mengeksekusi peralihan kekuasaan (kudeta). Kudeta yang hendak dilakukan HTI, kata Ayik, diusahakan terjadi secara damai. Namun jika tidak bisa, kudeta bersenjata jadi pilihan terakhir.

Meliha gerakan tersebut, Ayik menegaskan, HTI mirip dengan PKI. Teori yang dianut HTI mirip PKI. Hanya saja, prakteknya tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

“Trakteknya mungkin jauh dari kenyataan karena situasi dunia sekarang sudah berubah. Para Jenderal TNI-Polri juga sudah tau siapa itu HTI. Tetapi setidaknya secara teoritis perjuangan HTI mendirikan Khilafah masuk akal,” ucap Ayik. [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini