Jumat, 24 Agustus 2018

Pengurus LDNU PCNU Pekalongan Diserang Orang Tak Dikenal, Ini Kronologinya

Ilustrasi penyerangan tokoh agama. (Istimewa)
DutaIslam.Com - Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PCNU Kota Pekalongan, Ustadz Hamdi Amirin (Gus Hamdi) diserang oleh orang tak dikenal pada Rabu (22/08/2018), di sekitar tempat tinggalnya di kelurahan Jenggot Gg. 4, kota Pekalongan.

Berikut kronologi penyerangan tersebut yang diterima Dutaislam.com, Jum'at (24/08/2018) dari pengurus NU Pekalongan:

Hari Rabu malam (22 Agustus 2018), sekitar pukul 22.00, telah terjadi penyerangan kepada salah seorang ustadz yang merupakan pengurus LDNU PCNU Kota Pekalongan, Ustadz Hamdi Amirin (Gus Hamdi) di sekitar tempat tinggal beliau. Tepatnya, di kelurahan Jenggot Gg. 4, kota Pekalongan.

Berdasarkan penuturan saksi dan korban, penyerangan itu terjadi pada saat Gus Hamdi pulang dari kegiatan pengajian rutin Majelis Markaz Rasulullah yang bertempat di Gang Baru. Dengan mengendarai sepeda motor, beliau pulang beriringan dengan istri yang berboncengan dengan anak beliau. Di tengah perjalanan, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul pengendara motor jenis Scoopy berboncengan. Mereka berjaket dan berhelm. 

Motor yang dikendarai dua pelaku itu diarahkan berdekatan dengan motor yang dikendarai Gus Hamdi. Tak ada kecurigaan pada Gus Hamdi saat itu terhadap kedua pengendara motor itu. Sebab, di jalan sekitar kawasan Jenggot memang banyak lubang. Pikir beliau, pelaku mungkin saja sedang menghindarkan kendaraannya dari lubang. Akan tetapi, dalam sekelebat, tiba-tiba saja pembonceng kendaraan itu langsung memukul Gus Hamdi dengan benda keras.

Akibat pemukulan itu, rahang kanan Gus Hamdi terluka parah hingga tembus gusi. Gigi geraham hancur karena benturan benda keras itu. Luka-luka juga terdapat pada bagian rahang bawah dagu. Bersamaan itu, Gus Hamdi sempat terjatuh di atas jalan beraspal yang berbatu. Pada saat itu pula, pelaku sempat turun dari kendaraan, mendekati tubuh Gus Hamdi yang tak berdaya dengan maksud ingin kembali memukul Gus Hamdi.

Menyaksikan kejadian itu, istri beliau yang berdiri tak jauh dari tempat kejadian bersama anaknya, menjerit dan meminta pertolongan. Teriakan istri Gus Hamdi yang berkali-kali itu segera direspons warga. Sejumlah warga langsung keluar rumah dan segera mengejar pelaku. Namun, pelaku melarikan diri. 

Keterangan korban menyatakan, kejadian tersebut bukan karena masalah pribadi. Bukan juga upaya penjambretan. Tetapi, diduga ada upaya yang sengaja dan terencana dari pelaku untuk melakukan penyerangan tersebut. Dugaan ini diperkuat dengan adanya pihak-pihak yang selama ini tidak dapat menerima dan sepakat dengan isi dakwah beliau. 

Atas kejadian ini, segenap pengurus PCNU Kota Pekalongan menyatakan keprihatinan mendalam dan mengutuk tindakan pelaku yang tak manusiawi itu. Dengan tegas, kami menyatakan, aksi tersebut telah menciderai nilai-nilai kemanusiaan serta jauh dari inti ajaran agama Islam yang menjadi rahmatan lil ‘alamin. Islam yang diajarkan Nabi Muhammad s.a.w. adalah ajaran yang menghendaki pelaksanaan kasih sayang kepada sesama, kepada makhluk Allah, serta kepada alam semesta demi mendapatkan rida Allah s.w.t.

Untuk itu, forum ngaji manisan PCNU Kota Pekalongan, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menolak radikalisme dan gerakan ekstremisme sampai ke akar-akarnya dan menuntut kepada pihak yang berwajib agar segera mengusut tuntas kejadian tersebut.

Semoga dari informasi ini, kita beroleh khikmah dari peristiwa yang menimpa Gus Hamdi. Semakin membuat kita waspada, memperkuat ikatan persaudaraan dan jalinan silaturahmi di antara sesama umat muslim, menjaga keutuhan bangsa, dan semakin mantap di dalam menjaga kebersamaan. Semoga, Gus Hamdi lekas diberi kekuatan untuk sembuh dan dipulihkan seperti sedia kala, sehingga dapat kembali menjalankan tugas sebagai seorang mubaligh dengan sebaik-baiknya. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini