Senin, 27 Agustus 2018

Ketika Tudingan Kafir-Munafiq Justru Digemborkan yang Ngaku Usung Ukhuwah Islamiyah

Presiden Jokowi dan para ulama. (Foto: istimewa)
Oleh Al-Zastrouw

DutaIslam.Com - Akhir-akhir ini makin marak tudingan kafir, musyrik, munafiq, dan berbagai caci maki keji lainnya ditujukan kepada sesama muslim, hanya karena beda pilihan politik.

Anehnya tudingan tersebut dilakukan oleh orang-orang yang selalu menaggembar gemborkan ukhuwah Islamiyah, persatuan sesama muslim dan mengaku pembela agama.

Tapi anehnya, orang-orang yang menerima tuduhan keji dan caci maki itu tetap diam dan tidak memsbalas dengan caci maki atau menggalang massa padahal sebenarnya mereka bisa melakukan itu dan menggunakan ayat-ayat suci untuk membuat counter gerakan.

Paling-paling mereka hanya membalas dengan menunjuk bbrp ayat dan tafsir serta pemikiran ulama yang menjadi dasar mereka bersikap beda dengan orang-orang yang menuduh kafir dan munafiq itu.

Meski sudah dijelaskan ayat dan tafsirnya namun kelompok caci maki itu belum puas. Mereka tetap merasa bahwa pikiran dan tafsir agamanya yang paling benar.

Jangankan menerima perbedaan tafsir, mrk justru membuat serangan yang lebih gencar dan dahsyat lagi. Bahkan kaum benar sendiri ini tidak segan-segan menghujat dan menista ulama-ulama yang menjadi panutan orang-orang yang mereka dituduh kafir dan munafiq itu.

Para ulama ini di tuduh sebagai ulama bayaran, ulama syu', ulama bodoh, tidak panya kapasitas. Seolah-olah ulama-ulama ini lebih bodoh dari penceramah di TV yang hanya pandai merangkai kata dan mengutip terjemahan ayat yang kemudian mereka anggap sbg ulama.

Akibatnya mereka semakin dahsyat mengeksplotir ayat, bahkan tega melakukan intimidasi pd sesama dengan menggunakan simbol agama.

Diam-diam aku merasa kagum dan semakin hormat pada mereka-mereka yang menerima tuduhan keji tersebut.

Biar dituduh kafir, munafiq dan penjual iman tapi saya belum pernah melihat mereka membalas dengan tuduhan yang sama kepeda orang-orang yang telah menistanya.

Kalau demikian sy jd berpikir siapa yang sebenarnya tidak menjaga ukhuwah Islamiyah, siapa yang memecah belah ummat?

Mereka yang menuding sesama muslim dengan tuduhan kafir itu, atau mereka yang tetap sabar menerima hujatan dan tuduhan nista demi keutuhan ummat?

Memang tidak mudah menjaga keberagaman dan persaudaraan di tengah tarikan kepentingan politik.

Memang tidak mudah bersikap sabar menghadapi berbagai tudingan kafir dan penistaan serta fitnah keji yang dilakukan oleh saudara sendiri.

Tapi itu harus dilakukan demi menjaga keutuhan ummat dan negeri ini. Dan saya yakin keihlasan saudara-saudaraku ini akan menjadi benteng yang kokoh unt menghadapi fitnah dan tuduhan keji ini sehingga mereka tidak mudah hanyut dan larut dalam susana yang penuh ketegangan ini.

Saya berharap saudara-saudaraku yang menerima tuduhan keji ini tetep bersikap baik dan mendoakan mereka dengan doa yang baik.

Jangan doakan orang yang telah menudingmu kafir dan munafik itu menjadi orang yang celaka, susah rejekinya, masuk ke neraka, dicoba dengan berbagai kesulitan, diazab Allah di dunia dan akherat dan berbagai doa buruk lainnya.

Doakanlah mereka agar terbuka pikirannya sehingga bisa menerima perbedaan dengan lapang dada agar tidak mudah mengkafirkan sesama.

Doakanlah mereka agar tidak terjebak dalam kesombongan iman yang membuat mereka lupa diri, riya' dan sombong

Saya yakin jika saudara-saudaraku yang dinista dengan tuduhan kafir, munafiq dan berbagai caci maki yang keji ini bisa tetap sabar dan ikhlas, maka keutuhan bangsa ini akan tetap terjaga,. Keberagaman akan terlindungi, bangsa dan negara NKRI akan lestari dan Islam rahmah yang penuh dengan akhlakul karimah akan terujud di sini.

Akhirnya saya hanya mampu berdoa semoga ketabahan dan keikhlasan saudara-saudaraku dalam menghadapi caci maki dan tuduhan keji ini bisa menjadi amal shaleh yang akan membawa ke surga. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini