Rabu, 22 Agustus 2018

Fekok Lagi, Jamaah Sholat Id di Bukittinggi Disebari Pamflet Tolak Islam Nusantara

Ilustrasi jamaah sholad id. (Foto: istimewa)
DutaIslam.Com - Setelah MUI Sumatera Barat gagal paham soal Islam Nusantara dan bersikukuh menolaknya, kini muncul ke-fekok-an lagi bahwa pamflet menolak 'Islam Nusantara' disebarkan kepada sejumlah jemaah sholat Idul adha di Lapangan Kantin, Bukittinggi, Sumatera Barat, Rabu (22/08/2018), pagi tadi.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, pamflet tersebut disebarkan setelah jamaah melaksanakan sholat. Pamflet dibagikan secara estafet dari sejumlah sisi saf jemaah sholat Idul adha.

Dalam pamflet dikatakan bahwa ranah minang menolak istilah Islam Nusantara. Penolakan itu diklaim sejalan dengan yang diputuskan MUI Sumbar.

"Kami satu komando bersama ulama MUI Sumatera Barat. Ranah Minang menolak istilah Islam Nusantara," tulis pamflet tersebut.

Lewat pantun dalam pamflet juga disebut penolakan itu merupakan hasil pertimbangan. Penolakan terhadap 'Islam Nusantara' dalam pemflet itu juga dikatakan hanya bisa dibatalkan jika ditentang dalam Al-Quran dan Sunnah.

"Sekali kata dikatakan, seribu pikiran menjadi timbangan. Pantang bertarik surut kebelakang, kecuali Alquran dan sunnah yang menentang," tulis pamflet itu lagi. Kelihatan fekoknya bukan? [dutaislam.com/gg]

Keterangan: Fekok adalah bahasa halus dari pekok, yang artinya bodoh atau goblok.

Source: CNN Indonesia

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini