HTI “Gentayangan” di Ijtima’ GNPF, Ingin Tewas 2 Kali?
Cari Berita

Advertisement

HTI “Gentayangan” di Ijtima’ GNPF, Ingin Tewas 2 Kali?

Duta Islam #03
Minggu, 29 Juli 2018

Spanduk HTI di Ijtima' GNPF. Foto: Detik.
DutaIslam.Com – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah tewas setelah dibubarkan pemerintah. Tetapi anggotanya belum semuanya bertaubat dan kembali ke pangkuan NKRI.

Terbukti dalam acara Ijtima GNPF yang digelar di Jakarta, Jumat-Ahad (27-29/07/2018). HTI gentayangan dalam bentuk spanduk ucapan selamat kepada ulama-ulama yang membahas politik tersebut.

Spanduk yang mengatasnamakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terbentang di luar arena Ijtima' ulama. Tetapi sang tuan rumah acara mengaku tak tahu menahu soal spanduk.

"Pertanyaan kenapa ada spamduk Hizbut Tahrir, karena kami ada di dalam hotel jadi kami tidak mengetahui spanduk Hizbut Tahrir karena mengenai pemasangan spanduknya adalah di luar kontrol kami, dan itu dipasang di luar hotel," kata Ketua GNPF-U Yusuf Martak dilansir dutaislam.com dari detik.com.

Hantu HTI dalam bentuk spanduk terletak di pagar hotel. Tepatnya, di sebelah tulisan Hotel Menara Peninsula. HTI mengucapkan selamat atas terselanggaranya ijtima’ ulama.

"Hizbut tahrir indonesia mengucapkan selamat atas terselenggaranya ijtima ulama." Demikian tulisan dalam spanduk tersebut.

Acara ijtima’ berakhir dengan kesepakatan nama capres dan cawapres. Prabowo Subianto sebagai capres yang direkomendasikan. Wakilnya Salim Segaf Al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad Batubara digadang-gadang pendamping Perabowo Subianto.

HTI anti NKRI, tetapi mengapa mengucap selamat kepada ulama-ulama yang bahas politik untuk NKRI. Hukum yang berlaku barangkali “orang gila itu bebas”. Demikian HTI yang telah menjadi hantu bebas bergentayangan! atau HTI ingin tewas dua kali? [dutaislam.com/pin]

close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah