Kisah Habib Ahmad yang Memintakan Ridho Gabah Tetangga yang Dimakan Ayamnya
Cari Berita

Advertisement

Kisah Habib Ahmad yang Memintakan Ridho Gabah Tetangga yang Dimakan Ayamnya

Duta Islam #03
Minggu, 06 Mei 2018

Kisa Habib Ahmad meminta Ridho atas Agabah Tetangga yang Dimakan Ayamnya. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Di kawasan Pethek, Semarang Utara, dahulu dikenal ada seorang bernama Habib Ahmad al-Bahr. Ia dikenal sebagai ahli ibadah yang zuhud (tidak cinta dunia) dan wira'i (sangat hati-hati).

Dalam mencari harta, Habib Ahmad amat selektif. Ia benar-benar mesti memastikan harta tersebut—terutama yang hendak ia makan—berasal dari sumber yang halal seratus persen. Tiap makanan yang masuk ke dalam perut harus betul-betul bisa dipertanggungjawabkan kehalalannya.

Habib Ahmad tidak pernah berkenan makan dari harta yang tidak jelas. Ia lebih memilih, terutama harta yang dibuat makan adalah hasil keringat yang jelas asal-usulnya, yaitu dari penjualan telur ayam yang ia pelihara.

Suatu ketika, secara tidak sengaja, ayam yang ia pelihara lepas dari kandang dan memakan gabah padi milik tetangga yang sedang dijemur. Mengetahui demikian, Habib Ahmad lalu segera mendatangi pemiliknya kemudian meminta agar gabah  yang dimakan ayamnya tadi dihalalkan.

"Mohon maaf, tadi ayam saya memakan gabah milik anda, saya minta halal ya..." Begitu kira-kira kata Habib Ahmad.

Habib Ahmad berpedoman, uang dari hasil penjualan telur harus halal. Apabila ayam yang bertelur ini mengonsumsi makanan yang tidak halal, tentu akan berimbas terhadap kehalalan telur yang dihasilkan dari ayam tersebut. 

Kita dapat mengambil pelajaran bahwa mencari harta memang butuh kesungguhan. Jangan terkecoh dengan jargon "Mencari harta yang haram saja sulit, apalagi yang halal."

Rezeki yang halal haruslah dicari dengan berpegang prinsip hati-hati. Sesungguhnya tidak ada makhluk melata mana pun yang masih ditakdirkan hidup oleh Allah, akan mati kelaparan. Karena rezeki mereka di bawah tanggung jawab-Nya.[dutaislam.com/pin]

Keterangan:
Cerita disarikan dari NU Online

close
Banner iklan disini