Kehadiran Presiden ke Muktamar Jatmi Bakal Melukai Korban Sodomi Wagiman

Kehadiran Presiden ke Muktamar Jatmi Bakal Melukai Korban Sodomi Wagiman

Rabu, 14 Februari 2018 | x dibaca
Beberapa tokoh masyarakat Dukuhseti menemui ketua Tanfidziah PCNU Pati, H. Ali Munfaad, MPd. Foto: Istimewa
DutaIslam.Com – Sejumlah tokoh agama dan masyarakat Dukuhseti, Pati merasa prihatin jika presiden Joko Widodo hadir dalam Muktamar Jamiyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah Indonesia (Jatmi) memenuhi undangan Akhmad Khoirun Nasihin alias Wagiman. Pasalnya, Wagiman sebagai Rais Aam Jatmi merupakan Mantan Narapidana Sodomi. Kehadiran presiden dinilai akan melukai hati para korban.


Baca: Mantan Narapidana Sodomi Ini Undang Presiden Jokowi ke Muktamar Jatmi, Apa Kata Aktivis Anti LGBT?

”Beberapa tokoh masyarakat Dukuhseti menemui ketua Tanfidziah PCNU Pati, H. Ali Munfaad, MPd, bersama sama merasa prihatin atas rencana kehadiran presiden pada pembukaqn muktamar Jatmi, di rumah mantan narapidana kasus kekerasan seks pada anak anak,” kata Fashihullisan selalu Kalangan Muda NU kepada Dutaislam.com, Selasa (13/02/2018) malam.

Menurut Fashihul, kehadiran presiden itu akan melukai perasaan para korban dan cermi kurangnya kepedulian pada fenomena kekerasan pada anak.

Baca: Warga Dapat Aduan, Mantan Napi Sodomi Wagiman Punya Korban Baru

Selain menemui Ketua Tanfidziyah PCNU Pati, sejumlah tokoh masyarakat dan pemuka agama Dukuh Seti Pati juga bertemu Rois Syuriah PCNU KH. Aniq Muhammadun.

“Beliau menyesalkan dan prihatin apabila presiden jadi memenuhi undangan Jatmi di Rumah mantan narapidana kasus kekerasan seks pada anak, karena akan dapat dianggap tidak berempati pada korban,” katanya. [dutaislam.com/pin]

TerPopuler