Iklan

Iklan

,

Iklan

Kembali Kepada Al-Qur'an dan Hadits? Ente Waras?

9 Sep 2017, 12:49 WIB Ter-Updated 2017-09-09T05:49:14Z

DutaIslam.Com - Kembali pada Al-Qur'an dan Hadis Nabi? Ada gerakan dan gebrakan dari sebagian kalangan untuk mengajak umat Islam kembali kepada Al-Qur'an dan Hadits Nabi. Gerakan ini baik di satu sisi, namun tidak baik di sisi lainnya.

Memang betul bahwa keduanya adalah rujukan dan manual book bagi siapapun yang mengaku Islam. Tapi, langsung membaca dan menafsirkannya sendiri, tidak semua orang bisa. Apakah setiap muslim tahu dan paham bahasa Arab? Apakah setiap muslim tahu keterkaitan satu ayat dengan ayat lainnya dan hadits-hadits Nabi? Hanya sekian persen yang bisa. Oleh karenanya, gerakan di atas cacat secara logika.

Bagaimana jadinya orang yang tak paham Bahasa Arab dan tidak mengerti keterkaitan antar ayat dan hadits bisa langsung merujuk kepada Al-Qur'an dan Hadis, utamanya dalam urusan hukum Islam? Rusak. Ntar sedikit-sedikit haram, kafir, musyrik, dosa, dan lain sebagainya.

Gerakan di atas juga berusaha membenturkan Ulama' dengan Al-Quran dan Hadits. Mereka mengatakan bahwa Ulama' adalah manusia biasa dan ada kemungkinan salah dalam melakukan penafsiran. Nah, bagus. Memang betul ada kemungkinan salah. Tapi, apa ente sehat?

Kira-kira, lebih besar mana kemungkinan adanya kesalahan dari Imam Madzhab Empat dan dari ente atau kita?

Tafsiran mereka terhadap Al-Qur'an dan Hadits dilandasi keilmuan dan kecakapan yang mumpuni. Iya, sifatnya memang relatif. Bukan kebenaran absolut. Tapi, ya jelas lebih benar tafsiran mereka ketimbang tafsiran kita apalagi kalian.

Jangan benturkan Ulama' dengan Al-Quran dan Hadits. Logikanya begini: Ada peta. Al-Quran dan Hadits ibarat peta. Ulama' adalah orang-orang yang bisa membaca dan memahami peta. Ulama' adalah penunjuk jalan. Maka yang baik adalah kita mengikuti peta dengan bantuan penunjuk jalan. [dutaislam.com/gg]

Source: IG @pesantrencahaya

Iklan