Agar Target NU Bubar dan Gagal Total, Kata Kiai Said: Wajib Hukumnya Kiai Punya Akun
Cari Berita

Advertisement

Agar Target NU Bubar dan Gagal Total, Kata Kiai Said: Wajib Hukumnya Kiai Punya Akun

Duta Islam #01
Jumat, 18 Agustus 2017


DutaIslam.Com - Bagaimana siasat agar target NU bisa bubar dan gagal total? Pertanyaan itu dilemparkan ke grup WhatApp Keluarga Sarkub beberapa hari lalu. Banyak tanggapan yang keluar, ada pesimis, tapi banyak pula yang memberikan jawaban alternatif.

Baca: NU Ditarget Hancur dari Indonesia Paling Cepat Tahun 2020

Hendra, salah satu sarkubers di grup menyatakan kondisi pra-medsos (1990 an s.d awal 2000), para wahabi dan anti NU bisa dikatakan sedikit berhasil melakukan brain washing di kampus-kampus strategis di Indonesia, seperti di ITB, STAN, UI dan lainnya, "mereka sepertinya melakukan strategi yang lebih masih dengan adanya medsos dan tim cybernya," ujar Hendra, Rabu (16/08/2017).

Massifnya gerakan wahabi di medsos memang ingin menargetkan hancurnya NU di Indonesia. "Info yang beredar di dumay soal target penghancuran NU memang banyak arahnya," kata Arif Fatahillah menanggapi pendapat Hendra.

Diskusi pung berlanjut pada usulan menyerang kesukaan para penggerak wahabi. "Jika dikerasin, maka akan semakin beringas dan lari. Semut yang kecilpun jika diinjak akan menggigit, apalagi manusia," tulis Ulul Ilmi, sarkubers lainnya. "Warga NU jangan punya pemikiran menekan mereka akan membuat mereka takut dan menurut," imbuh Ulul.

Lalu, apa langkah agar gerakan mereka kocar-kacir? Pakailah cara yang pernah digunakan para Walisongo yang berhasil mengajak orang-orang Hindu memenuhi kesukaan mereka berkumpul dengan tahlilan, yang esensinya sangat terkandung dalam amaliyah muslimin.

Sayangnya, eksplorasi kesukaan orang-orang wahabi itu apa, diskusi tidak belanjut karena orang wahabi dianggap banyak suka perang, tebar kebencian dan hoax. Mauquf, diskusi berganti topik. Namun Arif Fatahillah mengutarakan apa yang pernah dikatakan KH Said Aqil Siraj soal pergeseran wajib langkah dakwah para ulama dan kiai NU.

"Prof. Said Aqil juga mengatakan kita semua wajib turun bergaul dengan mereka-mereka yang tidak suka NU untuk menjelaskan tentang NU. Bahkan beliau bilang wajib hukumnya kiai punya akun Fcaebook, Twitter, Instagram dan lainnya," demikian kata Kiai Said dikutip Arif di sela obrolannya dengan Gus Ishom di Karawang dalam sebuah acara.

Kewajiban itu penting dilaksanakan mengingat penyebaran dakwah wahabi lebih banyak di medsos daripada di pesantren karena memang suka yang instan; berpengikut gemuk tanpa lelah di lapangan. [dutaislam.com/ab]

close
Banner iklan disini