Iklan

Iklan

,

Iklan

Sikap Anshor Menyikapai Terompet Sampul Qur'an

30 Des 2015, 08:05 WIB Ter-Updated 2019-03-28T15:47:18Z
"Jaga Kondusifitas, Cegah Provokasi"

Merebaknya berbagai kasus yang berbau penodaan simbol-simbol agama sungguh memprihatinkan dan perlu diwaspadai. Sebelumnya ada kasus sandal dan celana menggunakan motif kaligrafi Al-Quran. Dan baru-baru ini ada terompet menggunakan sampul al-quran yang beredar dan diperjual-belikan secara massif di jaringan minimarket. Hal-hal tersebut merupakan bentuk-bentuk provokasi untuk menyulut kemarahan ummat Islam.

Mensikapi hal tersebut, Pimpinan Wilayah GP Anshor Jawa Tengah dengan ini perlu menyatakan sikap sebagai berikut:
  1. Menyerukan kepada seluruh elemen ummat Islam untuk tidak mudah terprovokasi dan bertindak main hakim sendiri. Ummat Islam harus waspada dengan upaya-upaya pihak yang tidak bertanggung jawab dengan cara-cara menghasut dan membuat resah ummat. Terhadap semua hal tersebut, dimohon untuk tidak main hakim sendiri, melainkan menyerahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku;
  2. Menyerukan kepada cabang-cabang Ansor-Banser se-Jawa Tengah untuk secara pro-aktif untuk mencegah merebaknya hal-hal yang meresahkan umat dengan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum setempat;
  3. PW Ansor Jawa Tengah meminta kepada kepolisian untuk tidak menganggap kasus terompet sebagai hal sepele dan melakukan pembiaran tanpa ada proses hukum yang jelas. Mengingat kasus semacam ini sudah terjadi berulang kali dan berpotensi menyulut kemarahan ummat Islam. Untuk itu, PW Ansor Jawa Tengah mendukung aparat kepolisian untuk bertindak tegas mengusut kasus terompet maupun kasus lainnya yang sejenis, mengungkap motifnya serta menindak secara hukum;
  4. Dalam kasus terompet menggunakan sampul Al-Quran ini, Kemenag RI juga harus memberikan keterangan dan sikapnya. Mengingat bahwa pencetakan dan peredaran mushaf Al-quran harus melalui proses koreksi oleh Lajnah Pentashih Mushaf Al-quran Kemenag RI. Artinya, peredaran sisa/afkiran sampul Al-Quran  (yang berdasarkan info yang kami peroleh dalam jumlah dua ton lebih) yang kemudian digunakan jadi terompet ini hampir dipastikan tidak terlepas dari percetakan mushaf Al-Quran yang terdaftar di Kemenag RI. Kenapa ini bisa terjadi?, dan
  5. Dalam kaitannya dengan menghadapi pergantian akhir/awal tahun baru, kader Ansor Banser Jawa Tengah diharapkan ikut aktif mencegah terjadinya berbagai tindak kerawanan yang akan mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat.

Demikian pernyataan sikap kami, semoga keamanan dan kedamaian tetap terjaga dan masyarakat secara luas bisa menjalankan aktifitas ibadah dan sosialnya dengan tenang.

Semarang, 29 Desember 2015
Pimpinan Wilayah
GP Anshor Jawa Tengah


IKHWANUDDIN                                                     SHOLAHUDDIN ALY
Ketua                                                                         Sekretaris

Iklan