Ini Siasat Licik Wahabi Serobot Masjid NU
Cari Berita

Advertisement

Ini Siasat Licik Wahabi Serobot Masjid NU

Duta Islam #01
Selasa, 22 Desember 2015


DutaIslam.Com - Inilah siasat kelompok Wahabi merebut kuasa di sebuah masjid. Mula-mula mereka mengontrak dekat masjid menjadi sasaran. Dengan halus mereka sukarela menjadi marbot atau pembersih masjid. Lalu pelan-pelan menyebarkan ajaran dengan mengajar mengaji anak-anak. 

Lantas mereka bisa naik pangkat menjadi imam kalau tidak ada imam rutin. Bahkan, ada yang mengawini anak atau kerabat imam masjid. Kemudian, lambat laun merembet masuk dalam kepengurusan masjid dan berusaha menguasai program. (Baca: 10 Fatwa Syeikh Wahabi Paling Oon)

Orang-orang se-alirannya pelan-pelan dimasukkan menjadi pengurus. "Lalu pengurus lama disingkirkan," kata Ketua Lembaga Takmir Masjid (LTM) Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Kiai Abdul Manan al-Ghani saat dihubungi melalui telepon selulernya Kamis (18/04/2014), sebagaimana dilansir Dutaislam.com dari merdekacom.

Kiai Abdul Manan benar-benar prihatin dengan fenomena perebutan masjid oleh kelompok Wahabi dan salafi. "Jumlah masjid NU di Jawa telah mereka rebut sekitar 300," ujarnya.

Dia menambahkan ada juga yang masuk dengan cara memberikan bantuan. Lalu dia berusaha mempengaruhi semua kegiatan di masjid penerima bantuan. Penyumbang ini juga akhirnya menjadi pengurus lantaran pengurus lain merasa tidak enak sebab dia sudah banyak membantu keuangan masjid.

Akhirnya bisa ditebak. Masjid yang tadinya biasa membaca doa qunut saban salat subuh, menggelar acara maulid, dan tahlil, semua kegiatan semacam ini hilang. Alasannya bid'ah. (Baca: Bantahan Atas Empat Alasan Anti Maulid)

Menurut Kiai Abdul Manan, kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta menyokong penuh penyebaran ajaran wahabi di Indonesia. Sokongan itu melalui bantuan keuangan disalurkan lewat lembaga Al-Mulhaq ad-Dini. "Semua biaya pembangunan masjid mereka tanggung. Buku-buku dan ustadnya juga mereka sediakan," tuturnya. [dutaislam.com/ ab]

close
Banner iklan disini