Iklan

Iklan

,

Iklan

Sepanjang Tahun Mengkafirkan?

1 Jan 2016, 05:30 WIB Ter-Updated 2017-01-18T01:15:28Z
DutaIslam.Com - Refleksi Akhir tahun dan haul Gus Dur ke-6, digelar dengan khusyuk di Pondok Pesantren Entepreneur API Tempuran, pukul 20.00,  31 Desember 2015.

Pengasuh Ponpes API Magelang, Gus Yusuf dalam refleksinya mengungkapkan Nabi Muhammad SAW datang ke dunia untuk menyempurnakan akhlak manusia. Itu tugas utama Rasulullah, kemudian baru memerintahkan sholat zakat. Dan kesemuanya itu juga perbaikan akhlak manusia.

“Sholat itu ya bagian dari mempurnamemperbaiki akhlak kita. Dengan takbir Allahuakbar, orang semakin tawaduk, lembah manah. Setelah shalat berakhlaqul karimah. jika setelah salat tidak bisa tertunduk malah sombong maka dipertangakan sholatnya,” kata KH Yusuf Chudlori dihadapan para santri, komunitas Gus Durian dan seniman yang hadir dalam acara itu.

Menurutnya, sekarang ini banyak orang setelah keluar dari masjid merasa paling benar dan paling Islam. Gampang menyalahkan mengkafirkan saudara sendiri. Jadi sepanjang tahun kemarin hanya bisa mengkafirkan sesama muslim.

Gus Yusuf memberikan contoh, Ibnu Athoillah memberikan perumpamaan maksiat yang bisa menghasilkan mendatangkan penyesalan lebih baik dari pada ibadah tapi setelah itu malah sombong dan berbuat keji.

Di Syuriah, Libya menurutnya telah porak poranda. Sesama saudara muslim saling teriak  Allahuakbar yang sama-sama mengaku benar dan saling membunuh. "Berapa ulama yang dibantai dalam peristiwa itu.  Berapa nyawa yang melayang, berapa ribu yang menjadi janda dan menjadi pengungsi."

“Sekarang ini muncul istilah jangan sampai Indonesia Disyuriah. Bagaimana Gus Dur menanamkan ajaran toleransi dan menghargai beda keyakinan dan beda pendapat. Sehingga tidak mudah terprovokasi aksi teror mereka,”ujarnya.

Dalam acara itu juga diisi Motivasi dan Refleksi oleh Prie GS. Tahlil dan shalawat untuk Gus Dur. [dutaislam.com/ sholah/ ab]

Source: suarasantri.net

Iklan