Iklan

Iklan

,

Iklan

Sanad Intelektual Imam Abu Hasan al-Asy'ary

8 Des 2015, 13:34 WIB Ter-Updated 2015-12-08T06:34:20Z

Nasab keturunan imam Abul Hasan al-Asy’ari ●

Beliau adalah Ali bin Ismail bin Ishaq bin Salim bin Ismail bin Abdullah bin Musa bin Bilal bin Abu  burdah bin Abu Musa al-Asy’ari (sahabat Rasulullah Saw).

Nama sebenar Abu Musa ialah Abdullah bin Qais dari anak al-Jamahir bin Al-Asy’ar bin Adad. Dari datuknya al-Asy’ar inilah timbulnya gelaran al-Asy’ari


● Sanad Akidah dan Hadits Abul Hasan al-Asy’ari ●


Di antara ulama besar yang menjadi guru imam Abul Hasan al-Asy’ari dalam bidang akidah dan hadits adalah :

1. al-Imam al-Hafidz Zakariya bin Yahya as-Saji (220-307 H)

2. al-Imam Abu Khalifah al-Jumahi (206-305 H)

3. Abdurrahman bin Kholaf ah-Dhabbi (w 279 H)

4. Sahal bin Nuh al-Bashri

5. Muhammad bin Ya’qub al-Maqburi.

■ Al-Imam Ibnu Qadhi Syuhbah mengatakan :

زَكَرِيَّا بن يحيى بن عبد الرَّحْمَن بن بَحر بن عدي بن عبد الرَّحْمَن أَبُو يحيى السَّاجِي الْبَصْرِيّ الْحَافِظ أحد الْأَئِمَّة الثِّقَات أَخذ عَن الْمُزنِيّ وَالربيع أَخذ عَنهُ الشَّيْخ أَبُو الْحسن الْأَشْعَرِيّ مَذْهَب أهل السّنة

“ Zakariyya bin Yahya bin Abdurrahman bin Bahr bin Adi bin Abdurrahman Abu Yahya as-Saji al-Bashri,
Seorang Hafidz dan salah satu dari para imam yang tsiqat. Mengambil ilmu dari al-Muzanni dan ar-Rabi’.

Dan Abul Hasan al-Asy’ari mengambil ilmu dari ar-Rabi’ sebagai madzhab Ahlus sunnah “.
(Thabaqat asy-Syafi’iyyah, Ibnu Qadhi Syuhbah : 1/95)

● Sanad Fiqih ●

Beliau mengambil dari imam Abi Ishaq al-Marwazi asy-Syafi’i ( w 340 H) yang mengambil dari imam Abul Abbas bin Suraij (249-306 H) yang mengambil dari imam asy-Syafi’i.

● Sanad keilmuan ●

Beliau juga mengambil dari para ulama shufi :

1. imam Junaid al-Baghdadi

2. Abu Utsman al-Hairi

3. An-Namuri

4. Ibnu Masruq

5. Abul Fawaris Syah al-Karamani

6. Dan selain mereka.

Semua guru imam Abul Hasan al-Asy’ari di atas,
Sanadnya bersambung hingga ke Rasulullah Saw.
Jika saya tulis semua biografi masing-masing gurunya, maka akan sangat panjang dijabarkan di sini.

● Abul Hasan al-Asy’ari dan al-Asy’ariyyah ●

= Syaikh Syamsuddin bin Khalkan mengatakan :

صاحب الأصول، والقائم بنصرة مذهب أهل السنة، وإليه تنسب الطائفة الأشعرية، وشهرته تغني عن الإطالة في تعريفه

“ Abul Hasan adalah pakar di bidang ushul, penegak madzhab Ahlus sunnah, dan kepadanya lah kelompok al-Asy’ariyyah dinisbatkan.
Tersohornya beliau sudah cukup untuk panjang lebar mengenalkannya “.
(Wafiyyat al-A’yan : 3/284)

= Al-Qurasyi al-Hanafi mengatakan :

صاحب الأصول الإمام الكبير وإليه تنسب الطائفة الأشعرية

““ Abul Hasan adalah pakar di bidang ushul, seorang imam yang besar dan kepadanya lah dinisbatkan kelompok al-Asy’ariyyah “.
(Al-Jawahir al-Murdhiyyah fi Thabaqatil
Hanafiyyah : 21/544)

= Abu Bakar bin Qadhi syuhbah mengatakan :

الشيخ أبو الحسن الأشعريّ البصريّ إمام المتكلمينَ وناصر سنّة سيد المرسلين، والذاب عن الدين

“ Syaikh Abul Hasan al-Asy’ari al-Bashri adalah seorang imam para ahli kalam, penolong sunnah Nabi, dan penegak agama Islam “.
( Thabaqat asy-Syafi’iyyah : 1/113 )

= Imam Muhammad as-Safaraini mengatakan :

أهل السنة والجماعة ثلاث فرق  :الأثرية وإمامهم أحمد بن حنبل رضي الله عنه والأشعرية وإمامهم أبو الحسن الأشعري والماتردية وإمامهم أبو منصور الماتريدي


“ Ahlus sunnah wal Jama’ah ada tiga kelompok :
◎ Pertama kelompok al-Atsariyyah, pemimpin mereka adalah imam Ahmad bin Hanbal radhiallahu ‘anhu.
◎ Kedua kelompok al-Asy’ariyyah, pemimpin mereka adalah imam Abul Hasan al-Asy’ari.
◎ Ketiga kelompok al-Maturudiyyah, pemimpin mereka adalah imam Abu Manshur al-Maturudi “.
(Lawami’ al-Anwar : 1/73)

● Mayoritas ulama Islam adalah al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah.●

= Al-Imam Tajuddin al-Subki juga berkata:

وَهُوَ يَعْنِيْ مَذْهَبَ اْلأَشَاعِرَةِ مَذْهَبُ الْمُحَدِّثِيْنَ قَدِيْمًا وَحَدِيْثًا.

“Madzhab Asya’irah adalah madzhab para ahli hadits dulu dan sekarang”.
(Al-Subki, Thabaqat al-Syafi’iyyah al-Kubra, juz 4, hal. 32.)

= Imam Abdul Baqi al-Ba’li al-Hanbali mengatakan :

وللكلام على المقصد الثاني تقدمة،وهي أن طوائف أهل السنة ثلاثة:أشاعرة وحنابلة وماتريدية

“ Untuk pembicaraan tujuan kedua telah ada pendahuluannya yaitu sesungguhnya kelompok Ahlus sunnah itu ada tiga :
Asya’irah, Hanabilah dan Maturudiyyah “.
( Al-‘Ain wa al-Atsar : 59 )

= Muhammad bin Ibrahim Ibnul Wazir al-Yamani mengatakan :

اتفق أهل السنة : من أهل الأثر والنظر والأشعرية على أن الإرادة لا يصح أن تضاد العلم ولا يريد الله تعالى وجود ما قد علم أنه لا يوجد

“ Ahlus sunnah : Dari kalangan Ahlul Atsar, Nadzar dan al-Asy’ariyyah sepakat bahwasanya iradah itu tidak sah berlawanan dengan ilmu Allah dan Allah Ta’ala tidak berkhendak mewujudkan sesuatu yang Dia telah ketahui bahwasanya sesuatu itu tidak akan diwujudkan ".
( Itsar al-Haq : 250 )

= Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Atsqalani mengatakan :

البخاري في جميع ما يورده من تفسير الغريب إنما ينقله عن أهل ذلك الفن كأبي عبيدة والنضر بن شميل والفراء وغيرهم , وأما المباحث الفقهية فغالبها مستمدة له من الشافعي وأبي عبيـد وأمثالهـما , وأما المسائـل الكلامية فأكثرها من الكرابيـسي وابن كُـلاَّب ونحـوهما

“ imam Bukhari di semua apa yang ia bawakan dari tafsir yang gharib, sesungguhnya ia menukilnya dari para ulama yang pakar di bidangnya tersebut seperti Abu Ubaidah, an-Nadhar bin Syamil, al-Farra dan selain mereka.
Adapun pembahasan fiqih, maka kebanyakannya beliau bersandar kepada imam Syafi’i, Abu Ubaid dan semisalnya. Adapun masalah kalam / tauhid,
Maka kebanyakannya beliau mengambilnya dari al-Karabisi dan Ibnu Kullan dan selainnya “.
(Fath al-Bari : 1/293)

⊙⊙⊙⊙⊙

Dari penejelasan para ulama besar di atas, menajdi jelas bagi kita bahwasanya kelompok al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah adalah:
Kelompok terbesar dan mayoritas di seluruh belahan dunia ini sejak masa Abul Hasan al-Asy’ari yang mengikuti akidah ulama salaf sebelumnya hingga masa sekarang ini.

Para sahabat dan tabi’in adalah para pewaris dan penjaga ilmu agama terdahulu (mutaqaddimin),
Sedangkan al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah adalah para pewaris dan penjaga ilmu agama belakangan (mutaakhkhirin).

~ RENUNGKAN ~

** Jika anda mau merenungi dan melihat kelompok al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah,
Maka akan mengetahui bahwa mereka adalah para pembawa warisan ilmu Nabi Saw.
Mereka adalah para perawi hadits:
Imam Bukhari,
Imam Muslim,
Abu Dawud,
At-Tirmidzi,
An-Nasai,
Ibnu Majah,
Imam Malik,
Imam Ahmad bin Hanbal,
Ath-Thabrani,
Ad-Daruquthni,
Sa’id bin Manhsur,
Ibnu Khuzaimah,
Ibnu Hibban,
Ath-Thayalisi,
Abu ‘Awanah,
Ad-Darimi,
Al-Bazzar,
Abu Ya’la dan lainnya.

Mereka kalangan al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah menjadi para perawi Imam-Imam Hadits tersebut.

** Tidak Ditemukan satu sanad pun yang menyampaikan pada satu kitab,
Kecuali sanadnya ada dari kalangan al-Asy’ariyyah atau al-Maturudiyyah.
Dan anda akan menemukan bahwa mereka adalah para perawi kitab hadits dan para pensyarah al-Bukhari seperti:
Al-Kirmani,
Ibnu Baththal,
Ibnul Arabi,
Ibnu ath-Thin,
Al-‘Aini,
Al-Qasthalani dan lainnya.

Para pensyarah Muslim seperti:
Imam Nawawi,
‘Iyadh,
Al-Qurthubi,
Al-Ubay,
As-Sanusi dan selainnya,
Demikianlah seterunsya anda akan menemukan bahwa merekalah para perawi dan pensyarah hadits.
Mereka para musnid (pemilik sanad) kepada kitab-kitab hadits dan syarahnya. Mereka juga para perawi al-Quran dengan qiro’ahnya dan paa penafsir al-Quran.


= Setiap orang di muka bumi ini yang membaca al-Quran dengan qiro’ah riwayat Hafsh dari ‘Ashim,
Maka sudah pasti dan wajib sanadnya melalui
Al-Muzahi,
Al-Asqathi,
Asy-Syibramilisi,
Abdurrahman al-Yamani,
An-Nashir ath-Thbalawi d
Syaikh Islam Zakariyya al-Anshari.

Sedangkan mereka semua adalah dari kalangan al-Asy’ariyyah.

= Demikian juga dalam ilmu Nahwu dan para pengarang kamus Mu’jam, seperti:
Al-Jauhari,
Ibnu Mandzhur,
Al-Fairus Abadi,
Al-Fayumi,
Az-Zubaidi,

Mereka semua dari kalangan al-Asy’ariyyah.
Anda juga akan mendapatkan bahwa para ulama ahli fiqih madzhab Malikiyah, Syafi’iyyah, Fudhala Hanabilah adalah mayoritas dari kalangan al-Asy’ariyyah,

Sedangkan Hanafiyyah dari kalangan al-Maturudiyyah. Demikian juga dalam ilmu hadits,
Semua dari kalangan al-Asy’ariyyah atau al-Maturudiyyah.

________________________________________________

☆☆☆☆☆
● ULAMA-ULAMA  PENGANUT ASY'ARIYAH

Ibnu Taimiyyah berkata:

والعلماء أنصار علوم الدين والأشاعرة أنصار أصول الدين – الفتاوى الجزء الرابع
“Para ulama adalah pembela ilmu agama dan al-Asya’irah pembela dasar-dasar agama (ushuluddin) - (Al-Fataawaa, juz 4)

Sesungguhnya mereka (penganut madzhab al-Asya’irah) terdiri dari tokoh-tokoh hadits (Muhadditsin),
Para Ahli fiqih dan para Ahlitafsir dari kalangan tokoh Imam-imam yang utama (yang menjadi panutan dan sandaran para ulama lain) seperti :

-] Syaikhul Islam Ahmad ibn Hajar al-‘Asqalani رحمه الله, tokoh hadits yang tidak dipertikaikan lagi sebagai gurunya para ahli hadits, penyusun kitab Fathul Baari ‘ala Syarhil Bukhaari. Bermazhab Asya’irah. Karyanya sentiasa menjadi rujukan para ulama’.

-] Syaikhul Ulama Ahl as-Sunnah, al-Imam an-Nawaawi رحمه الله, penyusun Syarh Shahih Muslim, dan penyusun banyak kitab yang masyhur. Beliau bermazhab Asya’irah.

-] Syaikhul Mufassirin al-Imam al-Qurthubi رحمه الله
penyusun tafsir al-Jaami’ li Ahkaamil Qur’an. Beliau bermazhab Asya’irah.

● ULAMA-ULAMA BERMADZHAB AL-ASYA'IRAH ●

-] Syaikhul Islam Ibnu Hajar al-Haithami رحمه الله, penyusun kitab az-Zawaajir ‘an al-Iqtiraaf al-Kabaa’ir. Beliau bermazhab Asya’irah.

-] Syaikhul Fiqh wal Hadits al-Imam al-Hujjah wa ats-Tsabat Zakaaria al-Anshari رحمه الله Beliau bermazhab Asya’irah.

-] Al-Imam Abu Bakar al-Baaqilani رحمه الله

-] Al-Imam al-Qashthalani رحمه الله

-] Al-Imam an-Nasafi رحمه الله

-] Al-Imam asy-Syarbini رحمه الله

-] Abu Hayyan an-Nahwi رحمه الله, penyusun tafsir al-Bahr al-Muhith.

-] Al-Imam Ibn Juza رحمه الله, penyusun at-Tashil fi ‘Uluumittanziil.

::: Peringkat Pertama : Dari Kalangan Murid Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari

* Abu Abdullah bin Mujahid Al-Bashri
* Abu Al-hasan Al-Bahili Al-Bashri
* Abu Al-Hasan Bandar bin Al-Husein Al-Syirazi As-Sufi
* Abu Muhammad At-Thobari Al-‘Iraqi
* Abu Bakr Al-Qaffal As-Syasyi
* Abu Sahl As-So’luki An-Naisaburi
* Abu Yazid Al-Maruzi
* Abu Abdillah bin Khafif As-Syirazi
* Abu Bakr Al-Jurjani Al-Isma’ili
* Abu Al-Hasan Abdul ‘Aziz At-Thobari
* Abu Al-Hasan Ali At-Thobari
* Abu Ja’far As-Sulami Al-Baghdadi
* Abu Abdillah Al-Asfahani
* Abu Muhammad Al-Qursyi Al-Zuhri
* Abu Bakr Al-Bukhari Al-Audani
* Abu Al-Manshur bin Hamsyad An-Naisaburi
* Abu Al-Husein bin Sam’un Al-Baghdadi
* Abu Abdul Rahman As-Syaruthi Al-Jurjani
* Abu Ali Al-Faqih Al-Sarkhosyi

::: Peringkat Kedua,

* Abu Sa’ad bin Abi Bakr Al-Isma’ili Al-Jurjani
* Abu Thayyib bin Abi Sahl As-So’luki An-Naisaburi
* Abu Al-Hasan bin Daud Al-Muqri Al-Darani Ad-Dimasyqi
* Al-Qodhi Abu Bakr bin At-Thoyyib bin Al-Baqillani
* Abu ‘Ali Ad-Daqqaq An-Naisaburi (guru Imam Al-Qusyairi)
* Al-Hakim Abu Abdillah bin Al-Bai’e An-Naisaburi
* Abu Manshur bin Abi Bakr Al-Isma’ili
* Al-Ustaz Abu Bakr Furak Al-Isfahani
* Abu Sa’ad bin Uthman Al-Kharkusyi
* Abu Umar Muhammad bin Al-Husein Al-Basthomi
* Abu Al-Qasim bin Abi Amr Al-Bajli Al-Baghdadi
* Abu Al-Hasan bin Maysazah Al-Isfahani
* Abu Tholib bin Al-Muhtadi Al-Hasyimi
* Abu Mu’ammar bin Abi Sa’ad Al-Jurjani
* Abu Hazim Al-‘Abdawi An-Naisaburi
* Al-Ustaz Abu Ishaq Al-Isfara’ini
* Abu ‘Ali bin Syazan Al-Baghdadi
* Abu Nu’aim Al-Hafiz Al-Isfahani
* Abu Hamid Ahmad bin Muhammad Al-Istawa’ie Ad-Dalwi

::: Peringkat ketiga,

* Abu Al-Hasan As-Sukri Al-Baghdadi
* Abu Manshur Al-Ayyubi An-Naisaburi
* Abu Muhammad Abdul Wahab Al-Baghdadi
* Abu Al-Hasan An-Na’imi Al-Bashri
* Abu Thohir bin Khurasah Ad-Dimasyqi
* Al-Ustaz Abu Manshur An-Naisaburi
* Abu Dzar Al-Haraqi Al-Hafiz
* Abu Bakr Ad-Dimsyaqi (Ibn Al-Jurmi)
* Abu Muhammad Al-Juwaini (ayahnda Imam Al-Haramain Al-Juwaini)
* Abu Al-Qasim bin Abi Uthman Al-Hamdani
* Abu Ja’far As-Samnani
* Abu Hatim At-Thobari Al-Qozwini
* Abu Al-Hasan Rasya bin Nazhif Al-Muqri
* Abu Muhammad Al-Isfahani (Ibn Al-Laban)
* Abu Al-Fath Salim bin Ayyub Al-Razi
* Abu Abdillah Al-Khobazi Al-Muqri
* Abu Al-Fadhl bin ‘Amrus Al-Baghdadi Al-Maliki
* Al-Ustaz Abu Al-Qasim Al-Isfarayini
* Al-Hafiz Abu Bakr Al-Baihaqi (pemilik Al-Asma’ wa As-Sifat)

::: Peringkat keempat,

* Abu Bakr Al-Khatib Al-Baghdadi
* Al-Ustaz Abu Al-Qasim Al-Qusyairi
* Abu ‘Ali bin Abi Harishoh Al-Hamdani Ad-Dimasyqi
* Abu Al-Muzhoffar Al-Isfara’ini
* Abu Ishaq Ibrahim bin ‘Ali As-Syirazi
* Imam Al-Haramain Abu Al-Ma’ali Al-Juwaini
* Abu Al-Fath Nasr bin Ibrahim Ad-Dimasyqi
* Abu Abdillah At-Thobari

::: Peringkat kelima,

* Abu Al-Muzoffar Al-Khowafi
* Al-Imam Abu Al-Hasan At-Thobari (Balika Al-Harrasi)
* Hujjatul Islam Al-Imam Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali
* Al-Imam Abu Bakr Al-Syasyi
* Abu Al-Qashim Al-Anshori An-Naisaburi
* Al-Imam Abu Nasr bin Abi Al-Qasim Al-Qusyairi
* Al-Imam Abu ‘Ali Al-Hasan bin Sulaiman Al-Isbahani
* Abu Sa’id As-ad bin Abi Nashr bin Al-Fadhl Al-‘Umri
* Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Yahya Al-Uthmani Ad-Dibaji
* Al-Qadhi Abu Al-‘Abbas Ahmad bin Salamah (Ibn Al-Ratbi)
* Al-Imam Abu Abdillah Al-Farawi
* Imam Abu Sa’ad Isma’il bin Ahmad An-Naisaburi Al-Karmani
* Imam Abu Al-Hasan Al-Sulami Ad-Dimasyqi
* Imam Abu Manshur Mahmud bin Ahmad Masyazah
* Abu Al-Fath Muhammad bin Al-Fadhl bin Muhammad Al-Isfara’ini
* Abu Al-Fath Nasrullah bin Muhammad Al-Mashishi

::: Peringkat keenam,

* Al-Imam Fakhruddin Al-Razi (pemilik At-Tafsir Al-Kabir dan Asas At-Taqdis)
* Imam Saifullah Al-Amidi (empunya Abkar Al-Afkar)
* Sulton Al-Ulama’ Izzuddin bin Abdil Salam
* Sheikh Abu ‘Amr bin Al-Hajib
* Sheikhul Islam Izzuddin Al-Hushairi Al-Hanafi (pemilik At-Tahsil wal Hashil)
* Al-Khasru Syahi

::: Peringkat ketujuh,

* Sheikh Taqiyuddin Ibn Daqiq Al-‘Idd
* Sheikh ‘Ala’uddin Al-Baji
* Al-Imam Al-Walid Taqiyuddin Al-Subki (murid Sheikh Abdul Ghani An-Nablusi)
* Sheikh Shofiyuddin Al-Hindi
* Sheikh Shadruddin bin Al-Marhal
* Sheikh Zainuddin
* Sheikh Shodruddin Sulaiman Abdul Hakam Al-Maliki
* Sheikh Syamsuddin Al-Hariri Al-Khatib
* Sheikh Jamaluddin Az-Zamlakani
* Sheikh Jamaluddin bin Jumlah
* Sheikh Jamaluddin bin Jamil
* Qodhi Al-Quddho Syamsuddin As-Saruji Al-Hanafi
* Al-Qadhi Syamsuffin bin Al-Hariri
* Al-Qodhi ‘Addhuddin Al-Iji As-Syirazi (pemilik kitab Al-Mawaqif fi Ilm Al-Kalam)

::: Dan sebagainya… Nafa’anaLlahu bi ulumihim wa barakatihim.. amin….....

■■■■■■■■

~ PENJELASAN ~

Sungguh tidaklah anda membaca satu kitab hadits pun dengan sanadnya,
Terkecuali pasti akan melalui perawi yang berakidahkan
Al-Asy’ariyyah atau Al-Maturudiyyah dan bersandar kepada mereka.

● Maka Bagi Kaum Wahabi Talafi yg mengaku-ngaku Pemahaman paling Benar, Penegak Sunah, dan telah menghina dan Mengatakan Bahwa
Al-Asy’ariyyah atau al-Maturudiyyah
"BUKAN AHLU SUNAH WAL JAMA'AH"..........

Maka mereka adalah para pembual dan pecundang,

Kenapa demikian....???

Karena al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah mengisi di semua bidang keilmuan agama,
Mereka al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah adalah:
Para perawi dan penaqal hadits,
Para pensyarah hadits,
Para perawi qiro’ah al-Quran,
Para ulama ahli fiqih,
Paara ulama ahli Nahwu dan lainnya.

Semua pintu dan gerbang-gerbang keilmuan Tabi’in, Sahabat dan Rasulullah Saw, Sebagian besar akan melalui ulama dari Al-Asy’ariyyah dan Al-Maturudiyyah.

Tanyakan kepada mereka yang belajar al-Quran,
Sebutkan sanad mereka sampai kepada Nabi atau sahabat atau tabi’in,
Maka sudah pasti dalam sanad itu ada dari kalangan
Al-Asy’ariyyah atau Al-Maturudiyyah,
Demikian juga orang yang belajar ilmu Fiqih, Hadits, dan Bahasa.

~ PESAN ~

Nasihatku untuk Kaum Wahabi Talafi para Penghina dan Pencela al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah :

1. Jangan Kalian Memakai Dalil dari ulama Hanafiyyah,
Sebab mereka dari kalangan al-Asy’ariyyah dan Maturudiyyah,
Mereka juga ada yang dari kalangan shufiyyah.

2. Jangan kalian Memakai Dalil dari ulama Malikiyyah, karena mereka justru semuanya dari kalangan
Al-Asy’ariyyah.

3. Jangan Mengambil dalil dari ulama Syafi’iyyah,
Karena mereka Mayoritasnya dari kalangan Al-Asy’ariyyah dan Sebagian dari kalangan Shufiyyah.

4. Jangan Mengambil Dalil dari ulama Hanabilah,
Karena mayoritas mereka adalah dari kalangan Shufiyyah dan Mufawwidhah.

Jika Kaum Wahabi Talafi Mengambil Dalil-Dalil dr Ulama
Al-Asy'ariyah dan Al-Maturidiyyah.....
Berarti Mereka adalah Kaum PECUNDANG...!!.

===================================

Iklan