Iklan

Iklan

,

Iklan

Cekcok Dengan Kader PKS, Imam Masjid Meninggal Dunia

1 Des 2015, 22:32 WIB Ter-Updated 2019-05-08T21:18:57Z
Ansor Ponorogo melapor ke Polisi. Foto: Syakur
DutaIslam.Com - Nasib naas dialami oleh Maseman (70), warga Dukuh Pendem, Carat, Kauman, Ponorogo. Imam masjid Al-Ibrohim Karanglor tersebut meninggal setelah ribut dengan Wawan/ Wahid Arif Kurniawan (40), warga Karanglor, Sukorejo, Ponorogo pada Senin (30/11/2015).

Pertengkaran pertama kali diketahui oleh Haryono, warga setempat sekitar pukul 03.30 subuh. Karena panik, Haryono memanggil Fanani, anak korban untuk melaporkan apa yang terjadi di dalam masjid tersebut. Adu mulut antar Maseman dan Wawan terus berlanjut hingga Fanani menarik ayahnya untuk keluar manuju halaman masjid.

Dalam pertengkaran itu, Haryono sempat melerai keduanya. Namun sebelum keduanya damai, Maseman tiba-tiba rubuh dan ditemukan dalam kondisi kritis. Warga memanggilkan petugas kesehatan setempat tapi nyawanya tak tertolong. Maseman meninggal. Pemuda Anshor Ponorogo telah melaporkan kejadian ini kepada polisi untuk ditindaklanjuti.

Kronologi 
Lingkungan Masjid Al-Ibrohim rata-rata jama'ahnya adalah warga Nahdlatul Ulama' (NU). Hidup saling menghormati sudah berlangsung lama. Namun, Wawan, beberapa tahun terakhir sering menyampaikan ajaran agama yang ditolak oleh warga setempat. Bahkan, penyampaian Wawan sering jadi akar permusuhan antar warga. Ini yang memicu pertengkaran.

Menurut Syakur, pemuda Anshor Jatim, Wawan sering menuduh ajaran agama warga dengan label yang memicu permusuhan. Diketahui, Wawan ternyata adalah kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dikenal berpaham wahabi, walau para elitnya tidak mengakui. [dutaislam.com/ab]

Iklan