Iklan

Iklan

,

Iklan

Lecehkan Gus Dur, PBNU dan Rasis, Situs Voa-Islam Dilaporkan ke Bareskrim

19 Nov 2015, 19:25 WIB Ter-Updated 2018-03-28T01:06:11Z

DutaIslam.Com - Rabu malam, 18 November 2015, Redaktur katakini.com menerima siaran pers dari seorang warga Bandung bernama Asep Hadian Permana SH. Dalam siaran pers tersebut dituliskan laporan pencemaran nama baik oleh situs radikal www.voa-islam.com.

Dikutip Dutaislam.com, secara ringkas siaran pers tersebut memaparkan kekecewaannya terhadap situs www.voa-islam.com karena muatan-muatan yang bukan saja sudah jauh melenceng dari kode etik pers, melainkan juga melenceng dari koridor hukum/perundang-undangan.

“Bahkan kami menyakini tindakan www.voa-islam.com nyata secara terbuka sengaja memancing kekeruhan di kalangan antar umat dan golongan terutama untuk memancing emosi massa Nahdlatul Ulama mengingat berita-berita pelecehan tentang KH. Abdurrahman Wahid tersebut dilakukan bukan untuk menyerang pribadi KH Abdurrahman Wahid mengingat beliau telah wafat," kata Asep yang juga aktif di organisasi Pagar Nusa Kota Bandung itu.

"Dengan terus-menerus melakukan penghinaan terhadap KH Abdurrahman Wahid tersebut kami melihat tujuan www.voa-islam.com sengaja memancing persoalan di kalangan umat Islam, khususnya warga Nahdlatul Ulama,” lanjutnya.

Ketika kedua berita yang dilampirkan tersebut dicek, situs www.voa-islam tidak aktif. Kemudian pihak katakini mengecek ke pihak Asep Hadian Permana dan menyatakan bahwa dari hasil pantuannya, semenjak Senin dan Selasa, situs tersebut masih aktif. Tetapi Rabu siang menurutnya sudah tidak aktif.

“Tetapi soal aktif atau tidak itu tidak mengurangi niatan kami. Ini adalah fakta, kami punya dokumentasinya, dan link di google.com masih menunjukkan judul berita sekaligus beberapa kalimat. Cobalah ketik “Gus Dur Voa-Islam” di sana masih terpampang judul “Wahai Muslim! Belajarlah Dengan Akhir Hidup Gus Dur Sesudah di Baptis" dan tulisan berjudul “Rizal Ramli: Gus Dur Itu Wali yang Kesepuluh?,” tuturnya.

Dua berita itu yang paling menonjol dalam menghina Gus Dur, Menyebarkan isu rasisme dan juga melecehkan PBNU,” terangnya. [dutaislam.com/ab]

Iklan