Rabu, 01 Agustus 2018

Lelucon Konyol Awal NU Berdiri: Kiai Hasyim Difitnah Keluar dari NU

Fitnah kepada NU di awal berinya. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com – Bukan kali ini saja, Nahdlatul Ulama (NU) difitnah oleh pembencinya. Sejak awal berdiri, NU sudah kenyang dengan fitnah-fitnah murahan bahkan konyol tak asuk di akal.

Namanya juga benci, apapun akan dilakukan asal yang dibencinya hancur. Demikian barangkali semboian yang digunakan oleh para pembenci NU. Yang tanpak konyol, NU pernah difitnah bahwa Pendiri NU Kiai Hasyim As’ary difitnah telah keluar dari NU.

Dilansir dutaislam.com dari nu.or.id disebutkan, setelah NU berdiri, serangan-serangan terhadap ulama itu tidak mengendor. Ke kantor redaksi Berita Nahdlatoel Oelama datang buku yang berisi cacian dan hinaan atas ulama NU. Majalah NU itu pada edisi 15 Desember 1935, No. 4, tahun ke-5, hal. 46-47 menggambarkan:

Menghamburkan benih fitnahan, permusuhan dan perpecahan, bahkan pengkhiatanan atas agama, bangsa, dan tanah air. 

Kami menjadi heran, karena semenjak lahir, sebelum berdirinya NU serangan itu justru datang dari itu golongan. Mereka menyebut kaum sorban besar, kaum tahlil, kaum kolot, kaum penjual bangsa, dan macam-macam lagi, kaum membebek, kaum ekor kerbau.

Ulama-ulama yang mendapat hadiah (fitnah dan cacian) ini, akhirnya tak dapat membiarkan diri karena berkeyakinan tahlil, talqin, ziarah itu berdasarkan asas beragama yang benar. Ulama-ulama itu bangun, meniup terompet persatuan dan tunduk di bawah kebenaran.  

Mereka menentang taqlid, padahal mereka pada hakikatnya taqlid juga pada pendapat pemimpinnya. Dan pendapat-pendapat mereka yang kemudian berbeda dengan kebanyakan orang NU itu sebetulnya sudah ada pada zaman kuno.

Selain itu, NU juga harus menelan pil pahit berita hoax yang disampaikan oleh kalangan pembenci NU. Mereka meyebarkan berita bahwa Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari keluar dari NU.

Lagi-lagi pengurus NU melalui Berita Nahdlatoel Oelama sibuk mengklarifikasi berita bohong tersebut yang termuat di edisi No 7, 1 Ferbruari 1936, halaman 15. Karena sebelumnya, atas berita tersebut, terjadi kegemparan warga NU di  Bondowoso. Seorang warga NU dari CIkarang pun mengirim surat langsung ke kantor NU di Surabaya menanyakan hal itu.

NU sudah kenyang makan fitnah, tetapi bukan hancur, malah NU semakin banyak pengikutnya. Masih mau fitnah NU apa ikut NU? [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini