Jumat, 10 Agustus 2018

Ijtima GNPF Tak Punya Taring, Habib Rizieq Serukan Ijtima II. Untuk Apa?

Habib Rizieq Shihab. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com – Rekomendasi Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) hasil rekomendasi Ijtima Ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) akhir Juli 2018 lalu tak digubris partai politik koalisi partai keumatan.

Ketua Umum Partai Gerindara Prabowo Subiyanto justru memilik Sandiaga Uno menjadi Cawapres pada Pilres 2019 mendatang. Sementara Ustadz Abdul Somad dan Salim Jufri Segaf yang direkomendasikan tak dipilih Prabowo.

Padahal kedua orang tersebut sudah direstui oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Habib Rizieq memiliki Ustadz Shomad dan Salim Jufri untuk mendampingi Prabowo sebagai disampaikan melalui akun Twitternya 8 Agustus 2018 lalu.

“Saat ini, saya hanya merestui dan dalam posisi mendukung penuh: Prabowo – UAS atau Prabowo - Habib Salim,” kata Rizieq.



Tetapi Riziq pun tak punya gaung. Nyatanya, Prabowo lebih memilih Sandiaga Uno.
Melihat kenyataan demikian, Rizieq pun menyerukan untuk kembali diadakan ijtima’ ulama II. Hal ini kembali disampaikan Rizieq Shihab melalui akun Twiternya.

“Beri kesempatan yang Luas & Lapang kepada para Habaib & Ulama serta Tokoh Perjuangan kita melakukan "Ijtihad Politik" melalui "Ijtima' Ulama II" untuk menjaga maslahat Agama, Bangsa & Negara demi meraih Ridho Allah SWT,” kata Rizieq, Jumat (10/08/2018).



Hanya ada tiga kemungkinan, jika Ijtima tersebut kembali digelar. Pertama, mendung Presiden Joko Widodo dan menganggap Prabowo anti ulama. Kedua, mendukung Pasangan Prabowo-Sandi meski ijtima pertama tak dihargai. Ketiga, memilih Golput karena Pasangan Calon dianggap anti terhadap ulama. Kira-kira yang mana? [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini