Sabtu, 04 Agustus 2018

Bantah Ada Operasi Intelejen, Pendiri Sebut Kerusakan PKS Karena Ulah Para Kadernya

Pendiri PKS Yusuf Supendi. Foto: CNNIndonesia.com.
DutaIslam.Com – Salah satu pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi membantah jika kerusakan di internal PKS karena peran intelejen. Sebaliknya, Yusuf menyebut, kerusakan PKS karena ulah kadernya sendiri yang korupsi, suap, mahar, dan semacamnya.

“Betul ada yang mengatakan rusaknya PKS itu di antaranya masuknya intelijen ke PKS. Saya bilang tidak. Saya bilang sama sekali PKS itu tidak dirusak oleh orang luar, tapi dirusak oleh dirinya sendiri,” kaya Yusuf dilansir dutaislam.com dari CNN Indonesia.com.

Yusuf mengungkapkan hal tersebut Rabu (01/08/2018), dua hari sebelum meninggal Jumat (03/08/2018) pagi.

“Faktanya begitu. Kasus suap, kasus korupsi, kasus terima duit dari orang lain karena faktor mahar, itu yang bikin rusak. Saya tidak setuju hancurnya PKS itu karena adanya intervensi intelijen. Saya mencermati, PKS bisa hilang pada 2024, namun ada seorang kader menyampaikan pada sahabat saya, dia katakan PKS itu akan habis pada 2019. Dengan terjadi perpecahan,” paparanya.

Yusuf mengatakan, dirinya sebelum meninggal memang tidak terlibat dengan PKS. Tetapi dia mendengar dalam sebuah seminar pada 29 Juli 2018, ada seorang anggota DPRD DKI menceritakan bahwa anggota DPRD DKI Jakarta PKS ada 11 orang. Namun dicoret 7 orang, dicoret tidak dicalonkan lagi untuk DPRD selanjutnya.

“Bahkan berkembang juga, tadi ada yang telepon saya terjadi salah coret. Yang semestinya tidak dicoret, dicoret, maka ribut lah antara coret mencoret itu. Saya pikir tambah hari tambah radikal juga ini,” katanya.

Yusuf yakin tak ada operasi intelejen di PKS. PKS murni rusak karena ulahnya sendiri. Bahkan ia mengibaratkan bangkai ayam dengan belatung. Bangkai ayam jika dibiarkan akan habis dimakan blatung. Setelah itu blatungnya hilang. Demikian PKS.

“Saya yakin tidak ada operasi intelijen di dalam, ini rusak dengan sendirinya. Oleh karena itu saya berulang mengatakan, dalam bahasa arab dikatakan kemungkaran kezaliman itu tak ubahnya seperti bangkai ayam dengan belatung. Bangkai ayam jika dibiarkan akan habis dimakan belatung, kemudian belatung dengan sendirinya akan hilang,” katanya. [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini